Harga Bahan Bakar Naik, Kota Padang Inflasi 0,31 Persen

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Badan Pusat Statistik Sumatera Barat mencatat, sepanjang bulan Maret 2018, Kota Padang mengalami inflasi sebesar 0,31 persen.

Menurut catatan, inflasi disebabkan karena peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 136,76 pada bulan Februari 2018 menjadi 137,19 pada bulan Maret 2018.

baca juga: Padang Jadi Zona Merah Pandemi, Ini Tanggapan Wawako Padang

Sedangkan untuk laju inflasi tahun kalender Kota Padang sampai Maret 2018 adalah sebesar 0,65 persen. Laju inflasi year on year (Maret 2018 terhadap Maret 2017) adalah sebesar 2,35 persen.

BPS merilis, inflasi di Kota Padang terjadi karena adanya peningkatan harga pada semua kelompok pengeluaran.

baca juga: Kota Padang Dapat Bantuan Satu Unit Bus dari Bank Mandiri Syariah

Jika dirinci, kelompok pengeluaran tertinggi adalah dari sektor bahan makanan yang mencapai 0,28 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,80 persen.

Namun yang menarik adalah, peningkatan harga bahan bakar minyak beberapa waktu lalu juga mendorong laju inflasi di ibukota Provinsi Sumatera Barat tersebut.

baca juga: Bakal Calon Kepala Daerah yang Sempat Dinyatakan Positif Kini Sudah Bisa Lakukan Tes Kesehatan

Hal itu dibuktikan dengan sumbangan pengeluaran kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang mencapai 0,10 persen.

Hanya saja, dari rincian kelompok pengeluaran tersebut, Dari 4 (empat) subkelompok, hanya 3 (tiga) subkelompok mengalami inflasi yaitu subkelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,06 persen.

baca juga: Kota Padang dan Kabupaten Agam Zona Merah COVID-19, Ini yang Seharusnya Diterapkan

Kemudian subkelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 0,05 persen dan subkelompok penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,67 persen.

Selain itu, inflasi juga didorong oleh pengeluaran pada kelompok sandang sebesar 0,26 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,07 persen dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,27 persen.

Sedangkan menurut data sektor komoditas, perubahan harga bahan bakar justru berada di peringkat ketiga penyumbang inflasi .

Berdasarkan data, perubahan harga bahan bakar pada Maret 2018 mencapai 1,18 persen, dan berkontribusi 0,05 persen terhadap laju inflasi .

Di peringkat pertama terdapat, harga mie dengan perubahan harga mencapai 9,31 persen, dan memiliki kontribusi sebesar 0,07 persen terhadap laju inflasi .

Lalu di posisi kedua terdapat cabai merah, dengan perubahan harga mencapai 1,96 persen dengan kontribusi sebesar 0,06 persen terhadap laju inflasi .(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa