Polisi Gerebek Pabrik Miras Ilegal di Payakumbuh

Polisi menyita miras ilegal yang ditemukan di sebuah pabrik di Kota Payakumbuh
Polisi menyita miras ilegal yang ditemukan di sebuah pabrik di Kota Payakumbuh (KLIKPOSITIF/Arya Irfanus)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -- Kepolisian Resor Payakumbuh menggrebek gudang pembuatan mirasyang diduga ilegal dari berbagai merek di Kelurahan Padang Tinggi Piliang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh , Kamis, 12 April 2018.

Dari penggrebekan tersebut, polisi mengamankan ratusan dus serta ratusan botol miras yang telah untuk siap diproduksi.

baca juga: Ribuan Keluarga di Payakumbuh Terima Bansos Beras PKH

Berdasarkan pantauan, tampak puluhan polisi yang menggeledah gudang tersebut mendapatkan berbagai merek minuman keras seperti Anggur merah, Basoka, Asoka blue, Vodka dan Whisky.

Selain itu, polisi juga menemukan bahan untuk pembuatan miras oplosan seperti alkohol, gula, dan zat lainnya.

baca juga: Ratusan Warga Binaan Lapas Kelas II B Payakumbuh Belum Masuk DPS Pilkada

Menurut salah seorang anak pemilik pabrik, Bangkit, tempat itu telah beroperasi selama lebih kurang 1 bulan. Produksinya pun tergantung dengan pesanan konsumen.

"Pabrik ini telah beroperasi selama 1 bulan. Cara produksi pun jika ada yang pesan, baru di produksi," katanya pada KLIKPOSITIF .

baca juga: Dari 2015 Sampai 2019 Payakumbuh Terima Lima Penghargaan WTP Secara Beruntun

Saat penggerebekan, polisi tampak mengamankan sebanyak 7 orang pekerja dan Bangkit sendiri. Ketujuh pekerja tersebut diketahui merupakan warga dari luar Sumatera Barat.

Dalam penggerebekan, polisi juga mengamankan ribuan botol merek miras , ratusan botol kosong sirup, ratusan dus, 3 drum bekas penyimpan alkohol, 3 buah jerigen, 2 karung tutup botol, dan alat untuk pemasangan tutup botol.

baca juga: Rekonstruksi Pengeroyokan di Payakumbuh, Pelaku Jebak Korban Menggunakan Akun Facebook Pacar

Sekarang, semua barang bukti dan pekerja telah diamankan di Mapolres Payakumbuh untuk menjalani pemeriksaan sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

[Arya Irfanus]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa