Polda Sumbar Amankan 10 Kubik Kayu Ilegal dari Sijunjung

Puluhan kubik kayu ilegal hasil penebangan liar
Puluhan kubik kayu ilegal hasil penebangan liar (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar mengamankan 10 kubik kayu olahan yang diduga merupakan hasil dari pembalakan liar di Kecamatan Pauh, Kota Padang pada Selasa 17 April 2018 lalu.

Sebanyak 10 Kubik kayu tersebut merupakan jenis meranti yang telah diamankan dan dibongkar dari sebuah gudang milik toko bangunan Maulana di daerah Kecamatan Pauh, Kota Padang.

baca juga: Kapolda Sumbar Apresiasi Capaian Vaksinasi COVID-19 di Payakumbuh

Kabid Humas Polda Sumbar , Kombes Pol Syamsi mengatakan, kayu-kayu tersebut diduga didatangkan oleh pelaku dengan inisial IS (43) dari Kabupaten Sijunjung.

"Saat ditangkap, pelaku tidak bisa menunjukkan surat kayu dan dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH)," katanya.

baca juga: Gubernur Sumbar Motivasi Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara SPN Padang Besi

Menurutnya, penangkapan tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat tentang praktek penebangan pohon ilegal (illegal logging) di kawasan hutan Kabupaten Sijunjung.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi mendapatkan bahwa kayu itu setelah ditebang kemudian dibawa ke sebuah toko bangunan untuk diperjualbelikan.

baca juga: Meski Libur, Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa keliling Pasaman dan Pasbar untuk Motivasi Vaksinasi

"Ternyata betul, kami temukan kayu dengan jumlah cukup banyak," ujar Syamsi.

Menurut dia, praktek tersebut sudah dilakukan pelaku sejak tiga bulan yang lalu. Sementara terkait praktek lain yang menyangkut upaya penebangan liar, pihak kepolisian kata dia masih melakukan pengembangan.

baca juga: Percepatan Vaksinasi, Polda Sumbar Gandeng Pondok Pesantren Al-Makmur Tungkar

Akibat perbuatannya, tersangka IS dijerat Pasal 83 ayat 1 huruf B Juncto Pasal 12 huruf E dengan ancaman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun penjara, serta denda minimal Rp500 juta dan maksimal Rp2,5 miliar.

[Halbert Caniago]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa