Diskusi FNWH, Membedah Pertunjukan “Makam Dipertuan”

Pertunjukan Makan Dipertuan oleh Teater Langkah
Pertunjukan Makan Dipertuan oleh Teater Langkah (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -Festival Nasional Wisran Hadi 2018 telah resmi dimulai. Pertunjukkan pemuka digelar oleh Teater Langkah sebagai tuan rumah. Naskah yang dibawakan adalah lakon “Makam Dipertuan” karya dari Wisran Hadi.

Usai naskah dipentasakan, digelar sebuah diskusi pementasa pada Selasa 24 April di gedung Seminar Fakultas Ilmu Budaya . Putra Metri Swazo sebagai sutradara  menjelaskan bahwa pementasan garapannya tersebut menggunakan konsep tanpa batas. Putra menambahkan bahwa sutradara ingin menghadirkan ruang tanpa batas antara pemain dengan penonton.

baca juga: Pesan Gubernur Kepada Peserta Sumbar yang Ikut Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah

“Saya ingin membuat pementasan itu seperti tidak ada batas, di mana semuanya menyatu sehingga interaksi pemain dengan penonton terjadi karena memakai konsep pangung Arena,” ujarnya.

Kemudian diskusi berjalan pada pembicaraan yang lebih mengarah pada hal-hal teknis pertunjukan. Seperti yang diungkapkan oleh Muti Kurnia salah seorang delegasi dari Teater Basurek Bengkulu.

baca juga: Ini Alasan Seniman Se Sumbar Gelar Pertunjukan untuk Narapidana di Lapas Pariaman

Muti berpendapat komposisi panggung tidak seimbang. Menurutnya aktor-aktor banyak yang tidak melakukan bloking dengan baik. Terlebih lagi terkait penataan cahaya panggung yang bersifat statis.

“Meski begitu secara keseluruhan pertunjukan sangat menghibur,” ujar Muti.

baca juga: Ratusan Napi Nikmati Pertunjukan Seni Budaya di Lapas Pariaman

Sementara itu sutradara teater dan juga sastrawan muda Sumbar Pinto Anugrah yang menjadi penengah diskusi mengatakan bahwa naskah Wisran Hadi berangkat dari konsep tradisi Minangkabau. Bentuk-bentuknya bisa ditelusuri.

Hal ini, menurut Pinto sebenarnya memberikan peluang yang besar bagi sutradara generasi baru untuk mencoba alternatif lain sebagai konsep. Pendekatan kontemporer tentu juga bisa dilakukan pada naskah-naskah Wisran Hadi.

baca juga: Kesenian Darak Badarak dan Margin X Gagas Pertunjukan Seni di Lapas Pariaman yang Melibatkan Narapidana

“Jika bicara soal mendobrak batas, mungkin randai lebih ekstrim. Pada randai, penonton punya tendensi terhadap pertunjukan, misalnya menyoraki pemain, atau menanggapi dialog yang hadir ditengah panggung,” ujar Pinto

Festival Nasional Wisran Hadi masih akan berlanjut hingga 29 April nanti. Serangkaian pertunjukan teater dan seminar juga akan digelar.

Penulis: Ramadhani