Pemprov Sumbar Terbaik III Peduli Perlindungan Konsumen 2017

Penghargaan berupa piagam dan plakat diterima langsung Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito
Penghargaan berupa piagam dan plakat diterima langsung Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito (Humas Pemprov Sumbar)

PANGKAL PINANG, KLIKPOSITIF - Provinsi Sumatera Barat ( Sumbar ) berhasil meraih peringkat terbaik III sebagai pemerintah Provinsi Peduli Perlindungan Konsumen Tahun 2017. Penghargaan berupa piagam dan plakat itu diterima langsung Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Selasa, 24 April 2018 di Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, penghargaan itu sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap hak-hak konsumen di Sumbar .

baca juga: Termasuk Sumbar, Ini 5 Provinsi yang Melaksanakan Seleksi CPNS Kemenag Hari Ini

"Kita patut berbangga dengan prestasi ini karena telah memperhatikan hak konsumen. Ini imbalan dari kerja keras bersama," katanya saat menghadiri Peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia di Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung.

Wagub menyampaikan, tugas berat pemerintah saat ini adalah menjamin hak konsumen serta melakukan pengawasan bagi para pedagang online terutama mereka yang menjual produk dari luar negeri.

baca juga: Gubernur Sumbar Dukung Chatib Sulaiman jadi Pahlawan Nasional

Menurutnya, momentum peringatan Harkonas 2018 bagaimana pentingnya melihat arus perdagangan online saat ini yang tidak bisa dihindari yang merupakan kemajuan dalam dunia perdagangan di Indonesia saat ini sangat meningkat pesat.

"Jual beli online berkembang pesat. Konsumen kita juga dijaga," ujarnya.

baca juga: Sampuran Rajo Panjang, Wisata Alam yang Baru Ditemukan di Situak Pasaman Barat

Pada kesempatan itu Nasrul Abit juga meminta Menteri Perdagangan kembali menghidupkan komunitas ekspor lada putih, sebagai upaya untuk kembali menggerakan perekonomian masyarakat petani lada. Salah satu langkah dengan membentuk asosiasi.

Keberadaan eksportir lada antara ada dan tiada. Mereka ada jika menguntungkan dirinya tetapi tidak ada apa-apa dalam berbagai kegiatannya dan karena itu asosiasi ini kita bentuk agar memberi gairah baru dalam meningkatkan kualitas dan produktifitas.

baca juga: Masjid Baburrahim Batu Basa Senilai Rp21,3 miliar, Inisiasi Ranah Rantau

"Dengan adanya asosiasi ini dapat melindungi petani. Petani akan mendapatkan harga jual lada dengan harga yang baik, sehingga mereka tetap bersemangat dalam meningkatkan kualitas dan hasil ladanya," tukasnya.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Webtorial