Menko Polhukam: Media Sosial Ubah Pola Radikalisme

Menko Polhukam, Wiranto.
Menko Polhukam, Wiranto. (internet)

KLIKPOSITIF -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan ( Menko Polhukam ), Wiranto mengatakan, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengakibatkan terjadinya perubahan pola penyebaran paham radikal dari kelompok teroris ISIS.

"Sebelumnya, pola penyebaran dilakukan secara terpusat melalui pertemuan tertutup dengan jumlah pengikut terbatas atau convergence. Kini berubah menjadi lebih tersebar dan bervariasi dengan memanfaatkan media sosial seperti Twitter, Telegram, Facebook dan Whatsapp atau disebut divergence," ujar Wiranto di Sochi, Rusia.

baca juga: Erick Thohir Sebut Biaya Produksi 150 Ribu Dosis Vaksin Capai Rp1,3 Triliun

Mantan panglima TNI ini menambahkan, para ekstrimis ISIS itu kini juga memodifikasi pola strategi dalam melancarkan serangan teror. ISIS dalam melakukan serangannya kerap beraksi sebagai satu organisasi. Namun, kini serangan tersebut muncul dalam unit yang lebih kecil, bahkan atas prakarsa sendiri yang dikenal sebagai 'lone wolf'.

Strategi itu, kata Menko Polhukam , sudah semakin sering dilakukan oleh organisasi teror untuk mengamankan jaringan serta untuk meningkatkan taktik pola serangan mereka. Wiranto menerangkan untuk melancarkan strategi penyerangannya, ISIS kini juga didukung oleh teknologi finansial modern.

baca juga: Sekolah di Zona Kuning Diizinkan, KPAI Sebut Sangat Berbahaya

Dimana, transaksi finansial yang dilakukan oleh organisasi teror tersebut menjadi lebih canggih dan sulit dilacak. "Dengan perkembangan teknologi ini, kita semua harus lebih bersiap dengan memperkuat kerja sama yang berkelanjutan," tuturnya.

Menurutnya, Pemerintah Indonesia dalam hal itu telah melakukan langkah konkret dengan membuat mekanisme keuangan yang memenuhi standar internasional dalam melawan Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme (Money Laundering and Terrorism Financial/ MLTF).

baca juga: Beda Dari Biasa, Ini Rekomendasi Lomba HUT RI 17 Agustus di Masa Pandemi

"Indonesia juga telah mengikuti Mutual Evaluation Review (MER) yang dilakukan oleh Asia-Pasific Group (APG) dalam pemeriksaan MLTF beberapa bulan lalu," ungkap Wiranto .

Pada kesempatan itu, Menko Polhukam juga mengajak seluruh peserta KTT untuk bersama-sama memperkuat upaya hukum, berbagi informasi dan data inteligen, serta mengontrol daerah perbatasan dan teknologi siber melalui berbagai mekanisme kerja sama internasional, agar aksi terorisme bisa diantisipasi.

baca juga: Ini Cara Cetak Kartu Ujian SKB Bagi CPNS

"Untuk terus menghadapi tantangan ini, mari kita bersama-sama memperkuat upaya dalam mencegah dan membasmi terorisme dengan memperkuat kerja sama baik secara bilateral, regional, maupun internasional," tutupnya. (*)

sumber:  suara.com

Penulis: Agusmanto