IDI Harapkan Pemkab Mentawai Perhatikan Penyandang Disabilitas

Kondisi Bangunan SLB Yayasan Bina Laggai Mentawai yang cukup memprihatinkan.
Kondisi Bangunan SLB Yayasan Bina Laggai Mentawai yang cukup memprihatinkan. (Ist)

MENTAWAI , KLIKPOSITIF - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) harapkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai lebih memperhatikan warganya yang menderita disabilitas atau berkebutuhan khusus.

Ketua IDI Mentawai , dokter Budi Andri mengatakan, saat ini setidaknya terdapat 18 anak yang terindikasi sebagai penyandang berkebutuhan khusus yang dibina di satu-satunya Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Mentawai , yakni SLB Yayasan Bina Laggai di Tuapejat.

baca juga: Guncangan Gempa Magnitudo 4,7 Tak Dirasakan Warga Mentawai

“SLB Laggai Mentawai ini merupakan satu-satunya sekolah terhadap anak berkebutuhan khusus, kita lihat sendiri kondisi sarananya cukup memprihatinkan. Ini tentu sangat membutuhkan perhatian oleh semua pihak terlebih oleh pemerintah,” Kata Budi disela acara bakti sosial pelayanan kesehatan terhadap anak berkebutuhan khusus di SLB Yayasan Bina Laggai Tuapejat, Kamis (3/5).

Menurut Budi, 18 anak  penyandang disabilitas di SLB Bina Laggai Mentawai mendapatkan pelayanan kesehatan, dan pihaknya juga melakukan tindakan pelayanan kesehatan lanjutan bagi 2 anak penyandang disabilitas yang membutuhkan alat bantu berupa kursi roda.  

baca juga: JPP Desak Penegak Hukum Usut Tuntas Kasus Kekerasan Seksual di Mentawai

"Dari identifikasi kita ditemukan dua anak yang membutuhkan kursi roda dan bantuannya sudah ada dan akan kita serahkan, selanjutnya permasalahan lainnya kita akan tindak lanjut sampai di tingkat IDI wilayah Sumbar, " paparnya

Menurutnya kasus anak berkebutuhan khusus di Kepulauan cukup banyak, namun belum semua masyarakat yang mau menyekolahkan anaknya ke Pendidikan SLB.

baca juga: Patroli Ilegal Fishing di Kepulauan Mentawai Perlu Ditingkatkan

"Mereka juga punya hak sebagai warga negara Indonesia untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan dan lainnya, untuk itu dari IDI menggelar aksi peduli terhadap anak Disabilitas ini," tuturnya

Kegiatan bakti sosial yang digelar IDI Mentawai itu  merupakan rangkaian kegiatan Hari Bakti Dokter Indonesia ke-110, dimana salah satunya melakukan Bakti sosial pelayanan kesehatan terhadap Disabilitas.

baca juga: Belajar Daring Tak Efektif di Siberut, Kendala Internet, Guru dan Siswa Tak Punya Smartphone

Kepala Sekolah SLB Bina Nurwidia menyampaikan rasa terima kasih kepada IDI khususnya Cabang Mentawai yang sudah peduli terhadap kesehatan murid-muridnya.

Ia berharap kepedulian lain misalnya pendidikan mau mengarahkan bantuannya untuk kebutuhan proses belajar mengajar di SLB, misalnya alat lukis dan media belajar lainnya. "kalau dilihat dari kondisi kita emmang sangat memprihatinkan, makanya kita sangat mengharapkan peran dan bantuan dari pihak manapun, terutama dari pemerintah Mentawai ,” Harapnya. [Dio]

Penulis: Khadijah