Desa Madobak Mentawai Terpilih Sebagai Desa Terbaik di Indonesia

Suasana keseharian desa Madobak Siberut Selatan-Mentawai
Suasana keseharian desa Madobak Siberut Selatan-Mentawai (Ist)

MENTAWAI , KLIKPOSITIF Desa Madobak Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai terpilih sebagai desa terbaik dalam kategori Desa Adat Terbaik se-Indonesia. Penilaian sebagai desa terbaik kategori desa adat itu diberikan oleh Pemerintah melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Kementerian Pariwisata melalui program pengembangan desa wisata.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Mentawai , Desti Seminora membenarkan adanya penghargaan dari pemerintah itu dengan terpilihnya desa Madobak sebagai desa terbaik se-Indonesia.

baca juga: JPP Desak Penegak Hukum Usut Tuntas Kasus Kekerasan Seksual di Mentawai

“Penghargaan itu diberikan pada pertengahan tahun 2017 lalu, desa madobak terpilih masuk dalam 10 desa wisata terbaik Nasional,” Ujar Desti di Tuapejat, Jumat, (4/5)

Menurut Desti, Desa Madobak merupakan salah satu desa di Mentawai yang masyarakatnya tetap mempertahankan adat dan budaya asli Mentawai yang hingga saat ini masih ada dan terpelihara dengan baik oleh masyarakat di desa itu, sehingga Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sekaligus Kementerian Pariwisata menganggap warga desa Madobak terbukti mampu mempertahankan potensi yang ada, terutama dibidang adat dan budaya, sehingga berdampak pada penguatan pariwisata Indonesia di mata dunia.

baca juga: Patroli Ilegal Fishing di Kepulauan Mentawai Perlu Ditingkatkan

Pengembangan desa wisata, kata Desti merupakan salah satu program yang terus digenjot Pemerintah melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sekaligus Kementerian Pariwisata. Terkait dengan pengembangan desa wisata itu, kata Desti Pemerintah Mentawai melalui dinas pariwisata mengembangkan 2 desa di Kecamatan Siberut Selatan yakni desa Muntei dan desa Madobak sebagai desa wisata.

“Desa Madobak dan desa Muntei, memang kita jadikan kawasan konservasi wisata berbasis budaya, karena budaya asli Mentawai sampai saat ini masih ada di dua desa itu, jadi harus kita pertahankan itu, jangan sampai hilang," kata Desti.

baca juga: Belajar Daring Tak Efektif di Siberut, Kendala Internet, Guru dan Siswa Tak Punya Smartphone

Meski telah terpilih sebagai desa terbaik dalam kategori desa adat, namun di desa Madobak belum memiliki sarana penunjang seperti kantor, toilet serta sarana penunjang fasilitas wisata lainnya. "Kita memang akan membangun fasilitasnya mengingat di sana sebagai penunjang, tidak mungkin pariwisata tidak ada fasilitasnya," kata Desti.

Desa Madobak kata Dia, merupakan kawasan desa yang masih sangat asri, alamnya masih bersih, dan dihuni komunitas masyarakat yang masih memegang tradisi adat Mentawai yang kuat, sementara desa wisata budaya di desa Muntei yang berlokasi berdekatan dengan pelabuhan Maileppet di kecamatan Siberut Selatan, menurut Desti juga sangat strategis, mengingat pelabuhan Maillepet selalu ramai dengan kedatangan dan keberangkatan penumpang.

baca juga: Kapal Ditumpangi Rusak, Wagub Sumbar dan Rombongan Terkatung-katung di Sikakap Mentawai

"Ini sangat strategis tentu karena masyarakat atau pengunjung bisa langsung melihat seperti apa budaya Mentawai , pelabuhan Maillepet ini merupakan pintu masuk bagi wisatawan baik lokal maupun manca negara di Siberut,” Ujar Desti.

Desti menambahkan, untuk menunjang desa wisata itu, dibutuhkan peran masyarakat karena budaya itu ada pada masyarakat itu sendiri, wisatawan bisa menikmati makanan tradisional Mentawai yang mana disajikan masyarakat setempat, termasuk rumah yang menjadi penginapan.

"Jadi, pengunjung bisa langsung berinteraksi dengan masyarakat, karena mereka tinggal bersama," Pungkas Desti.

[dio]

Penulis: Khadijah