Leganya Pedagang Pasa Ateh Bukittinggi Dipindahkan ke Pasar Penampungan

Pasar Penampungan
Pasar Penampungan (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF  -- Para pedagang pertokoan yang terdampak kebakaran Pasa Ateh Bukittinggi mulai bernafas lega.

Pasalnya, mereka sudah bisa memulai aktifitas baru di Pasar Penampungan yang berjumlah sebanyak 763 unit kios dengan ukuran per-unit 2x1,75 meter dan berada di halaman parkir samping Gloria.

baca juga: Pedagang Mulai Tempati Toko di Pasa Ateh Bukittinggi

Sebelumnya, para pedagang yang menghuni pertokoan Pasa Ateh ini harus berdagang menggunakan mobil di sepanjang Jalan Ahmad Yani dan Jalan Minangkabau.

Beberapa diantara mereka, bahkan ada yang tidak berdagang karena kesulitan mendapat tempat dan harus berganti profesi menjadi driver angkutan online.

baca juga: Merasa Tak Dilibatkan, Ini Komentar Jubir Pedagang Pasa Ateh Bukittinggi

Ketua Persatuan Pedagang Pasa Ateh Pasa Batingkek (P4B) Azwir Ibrahim menyebut saat ini 95 persen pedagang terdampak sudah menghuni Pasar Penampungan sejak Rabu 25 April 2018

"95 persen sudah pindah ke sini atau 696 pedagang, sisanya belum pindah sebab kiosnya sedang dibangun," ucap Azwir, Selasa 8 Mei 2018.

baca juga: Pemko Bukittinggi Tetapkan Harga Sewa Toko di Pasa Ateh, Gratis 6 Bulan

Sejauh ini, kata Azwir, belum ditemui kendala berarti sebab Pasar Penampungan ini dibangun permanen sehingga dinilai cukup representatif kendati berukuran kecil.

"Namanya saja Pasar Penampungan, ya harus kita terima. Tapi dibandingkan di kota lain, ini jauh lebih bagus," ujarnya.

baca juga: Baru Diresmikan, Pasa Ateh Jadi Objek Swafoto

Pasca pindah, sebut Azwir, pedagang mulai merasakan sedikit ada kenaikan jual beli dibanding sebelumnya.

Sementara, Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Bukik Kandang Kabau Pasa Ateh Jeprianto menyebut, para PKL sementara dipindahkan ke lokasi sekitar Pasa Ateh .

"Sebagian dipindahkan ke Pasa Lereng dan di Belakang Pasa," ucapnya.

Kata dia, total PKL yang berdagang di Pasa Ateh sebelumnya berjumlah 700, namun yang terdata hanya 463 saja.

Kebakaran Pasa Ateh pada Oktober 2017 silam, tak hanya berdampak pada pedagang di areal pertokoan saja sebab lokasi sekeliling gedung Pasa Ateh juga dihuni para PKL.

Setelah kebakaran, para PKL masih bisa berdagang di areal gedung, namun kini tentunya sudah tak bisa lagi karena gedung tersebut sudah diruntuhkan dan akan dipagari.

[Hatta Rizal]

Penulis: Iwan R