Tipu ASN, Mantan Honorer di Kesbangpol Padang Dibekuk Polisi

Pelaku diperiksa di Mapolsek Padang Selatan
Pelaku diperiksa di Mapolsek Padang Selatan (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Seorang mantan honorer di Kesbangpol Padang dibekuk tim Unit Reserse Kriminal Polsek Padang Selatan, Jumat 11 Mei 2018 di salah satu laundry di daerah Padang Selatan.

Penangkapan tersebut berawal saat adanya laporan dari seorang guru yang mengaku menjadi korban penipuan dari pelaku yang diketahui bernama Ganda.

baca juga: Mau Ngopi dengan Tampilan Berbeda? Yuk ke Kedai Kopi Oppa Mahmud

"Penangkapan ini berawal saat adanya laporan dari seorang guru berinisial NA dan kami langsung melakukan penyelidikan," ujar Kanit Reskrim Polsek Padang Selatan, Ipda Anjar Maulana.

Setelah melakukan penyelidikan selama satu bulan, keberadaan pelaku akhirnya diketahui dan pihaknya langsung memburunya.

baca juga: Dinas Pertanian Padang Prediksi Penurunan Angka Hewan Kurban Tahun Ini Capai 30 Persen

"Kami menemukan rumahnya dan di mana ia biasanya berada, tetapi saat itu pelaku belum kami temukan. Tadi kami mendapatkan informasi bahwa ia berada di laundry dan kami langsung melakukan penangkapan," lanjutnya.

Saat akan ditangkap, pelaku sempat melakukan perlawanan dan tidak mengakui perbuatannya.

baca juga: Pemko Padang Akan Bentuk Tim Pemeriksaan Hewan Kurban

"Kami memiliki cukup bukti untuk mengamankan pelaku dan langsung kami bawa ke Mapolsek Padang Selatan," sambungnya.

Setelah itu, pihaknya langsung memperlihatkan barang bukti dan pelaku mengakui perbuatannya dan langsung diperiksa.

baca juga: Belum Ada Teguran Untuk Restoran dan Tempat Hiburan yang Tidak Memberlakukan Protokol COVID-19

"Kami memperlihatkan barang bukti berupa kwitansi penerimaan yang ditandatangani oleh pelaku," sambungnya.

Ia mengatakan pelaku telah menipu banyak orang.

"Dalam pengakuannya, ia telah menipu sekitar lima orang korban dan dengan modus yang berbeda-beda," lanjutnya.

Menurut Anjar, pelaku melakukan penipuan dengan cara mengambil kesempatan terhadap Aparatur Sipil Negara yang ingin pindah dan mencatut nama beberapa orang petinggi di Kota Padang .

"Pertama ia mencari tahu korban yang ingin pjndah tugas dan berpura-pura ingin membantu korban sehingga meminta uang kepada korban," lanjutnya.

Setelah itu, pelaku melakukan penipuan dengan modus lainnya dengan berpura-pura akan membeli barang seperti handphone dengan dalih untuk perlengkapan kedinasan.

"Pelaku sudah tidak bekerja di Kesbangpol Padang lagi dan ia mengatakan kepada korbannya bahwa ia masih bekerja di Kesbangpol dan berpura-pura akan membeli barang seperti handphone," sambungnga.

Saat korban memberikan barang yang diminta oleh pelaku sebagai contoh, pelaku langsung menghilang dan tidak bisa dihubungi lagi.

Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus penipuan tersebut dan masih mendalami korban lainnya.

"Untuk saat ini, pelaku diancam dengan pasal 378 Kitab Undang-Undang Hikum Pidana (KUHP) dengan ancaman maksimal di atas lima tahun penjara," tutupnya.

[Halbert Caniago]

Penulis: Iwan R