Pengacara Akui Ketua Fraksi Gerindra Disuap

KPK | Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (2/4).
KPK | Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (2/4). (ANTARA FOTO)

KLIKPOSITIF -- Pengacara Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi  mengakui bahwa kliennya telah menerima suap.

"Kondisinya masih belum memungkinkan. Masih syok. Yang pasti klien kami memang disuap," kata pengacara Sanusi, Krisna Murthi, di gedung KPK Jakarta, Sabtu (1/4) dini hari.

baca juga: Tidak Boleh Menangani Perkara, Novel: Perjuangan Anti Korups Seperti Dimusihi di Negeri Sendiri

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) resmi menahan Sanusi sebagai tersangka penerima suap terkait dengan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Reklamasi Teluk Jakarta.

"Untuk kepentingan penyidikan, tersangka MSN (Mohamad Sanusi) ditahan untuk 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Polres Jakarta Selatan," kata Pelaksana harian (Plh) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati.

baca juga: DPR Minta KPK Pertahankan Pegawai Reputasi Baik, Bukan Diberhentikan

Namun Krisna berkilah bahwa suap tersebut bukan digagas oleh kliennya yang juga adik Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik.

"Inisiatornya swasta," ujar Krisna pula.

baca juga: Jual Beli Jabatan, Bupati Nganjuk Terancam 20 Tahun Penjara

Ia juga belum tahu apakah suap digunakan untuk kepentingan Sanusi melaju sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta.

"Saya kurang mengetahui, klien kami masih belum cerita itu," kata Krisna.

baca juga: Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris: TWK Bermasalah, Tak Bisa jadi Dasar Pencopotan Pegawai

Sanusi disangkakan menerima suap dari Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja melalui Personal Assistant PT Agung Podomoro Land Trinanda Prihantoro yang juga sudah ditetapkann sebagai tersangka oleh KPK .

Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Kamis (31/3), KPK menemukan barang bukti uang senilai Rp1,14 miliar dari total Rp2 miliar yang sudah diberikan Ariesman, meski belum diketahui total "commitment fee" yang diterimma Sanusi.

Suap diberikan terkait pembahasan Raperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035 dan Raperda Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.

Trinanda juga sudah resmi ditahan KPK .

"Untuk kepentingan penyidikan, tersangka TPT itu ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Polres Jakarta Timur," kata Yuyuk lagi. (ant)

Penulis: Pundi F Akbar