Perkuat Intelijen Sebelum Berantas Terorisme

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Wakil Ketua Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menyatakan, memperkuat basis intelijen untuk memberantas terorisme di tanah air sangat urgen. Dengan intelijen yang kuat, aksi pemberantasan terorisme bisa lebih terarah dan efektif.

"Dan sudah tepat ketika Polri menggandeng Kopassus, pasukan elit TNI Angkatan Darat untuk diajak bekerjasama dalam menggelar operasi antiterorisme," kata Mardani.

baca juga: Warga Sungai Patai Tanah Datar Bangun Masjid Secara Gotong Rotong, Gubernur: Contoh Bagi Daerah Lain di Sumbar

“Aksi menyerang tanpa didahului data intelijen malah memperluas dan tidak menyelesaikan masalah. Jadi satuan intelijen perlu dilibatkan,” tambahnya.

Dalam memberantas terorisme, intelijen haruslah kuat. Data dan rencana operasi bersumber dari intelijen tersebut. Ditambahkan politisi PKS tersebut, selain memperkuat intelijen untuk langkah preventif, perlu pula dibantu para akademisi dan tokoh agama untuk menanggulangi aksi terorisme secara holistik.

baca juga: Lima Pimpinan KPK Diminta Segera Cabut SK Terkait Pegawai KPK Gagal Jadi ASN

“Pertama mesti dipahami dimanapun aksi teror, mestinya lebih mengedepankan aksi intelijen untuk operasi preventif. Aksi pencegahan ini bisa melibatkan banyak pihak mulai dari akademisi, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama,” papar Mardani.

Pasukan Brimob sendiri dikabarkan sudah bekerjasama dengan Koppasus dalam operasi penyisiran sarang teroris di beberapa daerah. Ini merupakan kerja sama yang solid antara pemegang otoritas keamanan dan pertahanan. Diharapkan kerja sama ini mampu menumpas akar terorisme secara menyeluruh. (*)

baca juga: Kasus Kerumunan Megamendung, Ini Tuntutan JPU Terhadap Habib Rizieq Shihab

Sumber: dpr.go.id

Penulis: Eko Fajri