Dua Pasar Ramadhan Pekanbaru Bebas Bahan Berbahaya

Ilustrasi
Ilustrasi (Riauexpose)

KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota Pekanbaru , Provinsi Riau , menyatakan tidak ada bahan berbahaya dalam makanan yang dijual di dua lokasi Pasar Ramadhan, yakni di Jalan WR Supratman dan kawasan Pasar Sail.

“Kemarin kita sudah menyidak dua pasar Ramadhan. Ini demi keamanan dan kenyamanan bersama,” ucap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, dilansir dari Riauexpose jaringan KLIKPOSITIF News Network.

baca juga: Pastikan Penegakan Hukum Tidak Pandang Bulu, LPSK Desak Presiden Turun Tangan di Kasus Djoko Tjandra

Ingot menjelaskan bahwa dari hasil sidak yang dilakukan oleh pihak Disperindag, Dinkes serta BBPOM Pekanbaru pada hari Kamis kemarin di dua lokasi tersebut dinyatakan bebas bahan berbahaya. Ia menambahkan bahwa hal tersebut berdasarkan 30 sampel makanan dan minuman yang diambil untuk kemudian diperiksa. Hasilnya 30 sampel tersebut menunjukkan hasil yang negatif alias bebas dari bahan makanan berbahaya bagi kesehatan manusia seperti pengawet ataupun pewarna makanan.

Lebih jauh Ingot mengatakan, sidak tersebut adalah kegiatan rutin yang digelar pihak Pemko Pekanbaru selama bulan Ramadhan guna memberikan kenyamanan serta keamanan bagi masyarakat. Hal ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah setempat dalam menjamin keamanan warga selama menjalankan ibadah puasa.

baca juga: Pilkada di Tengah Pandemi COVID-19, Dampaknya pada Partisipasi Pemilih

“Jaminan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beribadah puasa bukan cuma menyangkut hiburan malam. Dalam hal Takjilan juga penting,” imbuhnya.

Ingot menambahkan bahwa saat ini terdapat sekitar 70an lokasi pasar Ramadhan di Kota Pekanbaru . Semua pasar tersebut akan mendapatkan waktu khusus “kunjungan” dari Pemko Pekanbaru untuk pemeriksaan terkait kehigienisan makanan dan minuman yang dijual pedagang. Bahkan saat ini pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap lokasi lokasi yang disinyalir menjual jajanan Ramadhan yang mengadung zat berbahaya.

baca juga: Rachmat Gobel Usulkan Transportasi Berbasis Rel Harus jadi Agenda Prioritas Pemerintah

Hal ini dijelaskan Ingot berdasarkan pengalaman tahun lalu dimana disejumlah tempat pasar Ramadhan terdapat beberapa pedagang yang menjual makanan mengandung bahan berbahaya. Salah satunya ialah di kawasan Tampan Kecamatan Payung Sekaki. Kendati tidak menjelaskan dengan rinci lokasi yang dicurigai tersebut, namun dikatakan Ingot bahwa sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan soal makanan dan minuman yang dijual disana.

Kendati demikian, ia berharap agar prediksi tersebut salah, seperti halnya di jalan WR Supratman yang berdasarkan hasil tahun lalu dinilai cukup rawan namun dari 30 sampel yang dicek di lokasi tersebut hasilnya negatif. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih selektif dalam membeli takjilan atau jajanan Ramadhan. Setidaknya masyarakat bisa menilai dari bisa menilai dari warna yang mencolok, bau, serta beberapa indikasi makanan berbahaya lainnya.

baca juga: Terkait Pilkada, Haedar Nashir: Konsekuensinya Tanggungjawab Pemerintah

“Membeli susuai kebutuhan, jangan ikuti lapar mata,” pungkasnya. (*)

Penulis: Eko Fajri