Perangi Konten Negatif, Kominfo Pelajari Teknologi Aplikasi Bigo

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Kementerian Komunikasi dan Informasi ( Kominfo ) tertarik dengan sistem penyaringan konten negatif yang diterapkan oleh aplikasi video siaran, Bigo Live.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kominfo , Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan aplikasi yang mulai digemari warganet sejak 2016 lalu itu memiliki sistem penyaringan yang efektif.

baca juga: Tetap Aman dari Kejahatan Siber, Ini Sejumlah Kiat dari Kominfo

"Saya lihat, sistem penyaringan konten gambar mereka lebih akurat. Kita mau coba gunakan mereka," katanya.

Menurut Samuel, sistem penyaringan konten milik Bigo beda dengan mesin pengais (crawling) yang selama ini digunakan oleh Kominfo .

baca juga: Marak Tag Konten Porno Secara Massal di FB, Ini Saran Kominfo

"Kalau mesin pengais kan berdasarkan keyword. Teknologi Bigo menggunakan algoritma canggih. Kalau ada orang buka baju langsung terdeteksi," jelas dia.

Untuk saat ini, kata dia, pihaknya masih melakukan serangkaian uji coba sebelum menggunakan teknologi penyaringan konten milik Bigo tersebut.

baca juga: Menkominfo Minta Masyarakat Tak Sebar Konten Bom Bunuh Diri Makassar

Sementara itu, Chang Chen selaku Global Marketing Head Bigo mengatakan sistem mereka dapat menyaring konten lebih cepat dari sistem milik pemerintah Indonesia.

"Kami dapat menangani konten negatif kurang dari 60 detik," ujar Chang.

baca juga: Ingat Jangan Sembarangan Unggah Sertifikat Vaksin Covid-19 di Medsos, Ini Alasannya

Saat ini, Chen menjelaskan, Bigo saat ini memiliki 33 orang yang bertugas untuk mengontrol konten streaming. Hal itu dilakukan sebagai komitmen untuk memerangi konten negatif di Indonesia.(*)

Sumber: Suara.com

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa