Pemkab Mentawai Luluskan 1.369 Pegawai Kontrak Guru dan Tenaga Kesehatan

Ilustrasi
Ilustrasi (Ist)

MENTAWAI , KLIKPOSITIF - Kabar gembira datang untuk tenaga honorer, khususnya tenaga honor sebagai guru kontrak dan tenaga honor di bidang kesehatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai . Karena setelah sekian lama menunggu, akhirnya pemerintah setempat meluluskan sebanyak 1.369 pegawai kontrak di bidang pendidikan dan kesehatan itu.

"Benar. Pengumumannya juga sudah kita pasang di masing-masing dinas, pada Jumat (18/5) lalu," Ujar Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP SDM) Mentawai , Oreste Sakeru, Selasa (22/5)

baca juga: Guncangan Gempa Magnitudo 4,7 Tak Dirasakan Warga Mentawai

Secara rinci Oreste menjelaskan, untuk pegawai kontrak di bidang pendidikan yang dinyatakan lulus sebanyak 605 orang, terdiri dari tenaga guru, administrasi, satpam, maupun tenaga kebersihan dan mereka ditempatkan di UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setiap kecamatan.

Sementara, tenaga kontrak kesehatan yang lulus, kata Oreste, sebanyak 696 yang bakal ditempatkan untuk masing - masing Puskesmas, Puskesmas pembantu (Pustu) atau Pos Kesehatan desa (Poskesdes) termasuk para tenaga pelayanan kesehatan lainnya seperti dokter, perawat dan bidan.

baca juga: JPP Desak Penegak Hukum Usut Tuntas Kasus Kekerasan Seksual di Mentawai

Oreste mengatakan, pengumuman kelulusan tenaga kontrak pada 18 Mei lalu hanya di khususkan untuk penempatan pada unit pelaksana teknis (UPT) yang ada pada dinas pendidikan maupun pada dinas kesehatan, sedangkan pengumuman kelulusan tenaga kontrak sebelumnya yakni pada 9 April 2018 di khususkan bagi tenaga kontrak yang penempatannya di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Pada pengumuman pertana itu hanya tenaga kontrak yang bekerja di dinas saja, bukan di UPT atau Puskesmas, baru kemaren ini kita umumkan untuk UPT, " kata dia.

baca juga: Patroli Ilegal Fishing di Kepulauan Mentawai Perlu Ditingkatkan

Lebih lanjut dikatakan, pada pengumuman pertama yang dinyatakan lulus dan bekerja pada dinas pendidikan ada 22 orang, sedangkan dinas kesehatan 46 orang lulus termasuk di Depo Farmasi.

"Kalau kita jumlahkan antara kelulusan pertama dan kedua, maka untuk pegawai kontrak di dinas pendidikan ada 605, di tambah 22 orang, jadi 627 orang, begitu juga di dinas kesehatan jika di jumlah 696 ditambah 46 orang, berarti 742 orang jadi semua ada 1.369 orang, " pungkas Oreste.

baca juga: Belajar Daring Tak Efektif di Siberut, Kendala Internet, Guru dan Siswa Tak Punya Smartphone

[Dio]

Penulis: Khadijah