Lakukan Pelanggaran Disiplin, Sekda Pasbar Diberhentikan Sementara

Sekda Pasaman, Manus Handri yang diberhentikan sementara.
Sekda Pasaman, Manus Handri yang diberhentikan sementara. (internet)

PASBAR, KLIKPOSITIF -- Sekretaris Daerah (Sekda) Pasaman Barat, Manus Handri diberhentikan sementara dari jabatannya sejak tanggal 21 Mei 2018. Pemberhentian sementara ini berlaku hingga ada keputusan tentang hukuman disiplin berat terhadap Manus.

Pemberhentian tersebut berdasarkan atas Keputusan Bupati Pasaman Barat Nomor: 821.22/584/BKPSDM-2018 tentang Pemberhentian Sementara H. Manus Handri, SH dari Jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat tertanggal 21 Mei 2018.

baca juga: Ini Pesan Wagub Sumbar Saat Pelepasan Jenazah Bupati Irdinansyah Tarmizi di Pagaruyung

Kepala Badan BKPSDM Pasbar, Yudesri saat dihubungi KLIKPOSITIF , Kamis 24 Mei 2018 mengatakan, pemberhentian sementara ini dilakukan oleh Bupati Pasbar Syahiran setelah membaca surat perintah tugas Gubernur Sumatera Barat Nomor 700/440/Insp-SAU/2018 Tanggal 21 Mei 2018 tentang pelanggaran oleh H. Manus Handri.

Disebut Yudesri, pada point dua tertulis Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Khusus Nomor 700/389/Ins-Sau/2018. Keputusan tersebut diambil Bupati berguna untuk kelancaran pemeriksaan terhadap Manus atas dugaan pelanggaran disiplin terhadap pasal 27 angka 4 ancaman hukuman disiplin tingkat berat.

baca juga: Bupati Tanah Datar Tutup Usia, Indra Catri Sampaikan Rasa Duka

"Surat Keputusan tersebut dikeluarkan Bupati tanggal 21 Mei 2018 dan mulai berlaku sejak SK dikeluarkan sampai ditetapkannya keputusan hukuman disiplin," katanya.

Ditambahkan Yudesri, pemberhentian sementara Sekda Manus Handri ini adalah buntut dari aksi yang dilakukan massa yang mengatasnamakan Masyarakat Pasaman Barat Bersatu pada 30 April 2018 lalu. Masyarakat mendesak Bupati Syahiran untuk memberhentikan Jabatan Sekda Manus Handri selaku Sekda Pasbar .

baca juga: Pelepasan Jenazah Bupati Irdinansyah Tarmizi di Indo Jolito, Ahli Bait Sampaikan Permohonan Maaf

"Dalam orasinya, pendemo menilai jabatan Sekda disalahgunakan oleh Manus karena banyak perbuatannya yang melanggar aturan dan dilakukan diluar kewenangannya," ujar Yudesri.

Sementara itu, untuk mengisi kekosongan jabatan Sekda, Bupati akan menunjuk Pelaksana Harian (Plh). "Saat ini, kekosongan jabatan Sekda diisi Plh yang akan ditunjuk oleh Bupati ," tutup Yudesri.

baca juga: Bupati Tanah Datar Meninggal, UMSB Ucapkan Kabar Duka

[Buyung Fajri]

Penulis: Agusmanto