Pasca Ditemukannya Beras Tidak Layak Konsumsi, Ini Kata Bulog Divre Sumbar

Aktivitas Bongkar Muat di Gudang Bulog, Rawang, Kecamatan Padang Selatan.
Aktivitas Bongkar Muat di Gudang Bulog, Rawang, Kecamatan Padang Selatan. (Joni ABK/KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumbar mengaku siap mengganti jika ditemukannya beras tidak layak konsumsi dalam penyaluran beras untuk rakyat sejahtera ( Rastra ).

Hal itu disampaikan Kepala Bulog Divre Sumbar, Suharto Djabar menyikapi ditemukannya beras tidak layak konsumsi di Nagari Pakan Rabaa Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan. Ditemukannya beras tidak layak konsumsi membuat pemerintah daerah setempat menunda penyaluran hingga ada solusi dari forum bulog.

baca juga: Bulog Sumbar Akan Ganti Beras Bantuan Pemerintah yang Rusak di Pessel

"Apabila ada yang ditemukan kualitas rastranya yang kurang bagus di lapangan maka Bulog berkomitmen mengganti dengan beras yang ada di gudang Bulog," katanya, Kamis, 24 Mei 2018.

Menurut Suharto, Bulog saat ini tidak hanya mendistribusikan rastra ke satu atau dua nagari melainkan hampir ke semua nagari yang ada di Kabupaten/Kota di Sumbar. Itulah sebabnya, peran serta masyarakat, kelurahan serta nagari sangat dibutuhkan.

baca juga: Stok Kurang, Bulog Sumbar Tunggu Pusat Impor Gula Pasir

"Untuk itu, kami berharap ada sinergi dalam memberikan laporan ketika menemukan rastra yang dianggap tidak sesuai dengan harapan warga. Silahkan laporkan dan kami akan langsung menggantinya sebanyak yang rusak," pintanya.

Suharto mengungkapkan, pada prinsipnya Bulog akan melayani pendistribusian Bansos Rastra dengan baik dan kualitas baik yang ada di Gudang Bulog. Tentunya, sebelum di salurkan pihaknya akan melakukan sortasi dan pengecekan terlebih dahulu di Gudang.

baca juga: Dinsos Sijunjung Jadwalkan Pengalihan Rastra ke BPNT Agustus Mendatang

"Ini bukan kesengajaan. Tapi, beras rastra yang dikirim tidak layak konsumsi itu lolos sortiran di gudang," ulas Suharto.

Saat disinggung mengenai permasalahan yang terjadi sehingga menimbulkan rusaknya rastra yang diterima warga, Suharto menyebutkan, beras yang disimpan terlalu lama akan berdampak pada turunnya kualitas. Namun, Bulog berkomitmen untuk meningkatkan kualitas beras yang akan didistribusikan kepada keluarga penerima manfaat. Bulog Sumbar berjanji untuk lebih teliti lagi menyortir dan mengecek kualitas beras rastra , sebelum didistribusikan kepada keluarga penerima manfaat.

baca juga: Tingkatkan Produktivitas Petani Lokal, Bulog Sumbar Kembangkan Mitra Usaha Tani

"Bulog tidak akan membeli beras eks rastra yang dijual penerima manfaat kepada pihak ketiga, karena beras yang diterima Bulog harus baru. Setiap tahun, karung dan logo beras Bulog diganti. Sehingga pengawasan itu tidak hanya dilakukan oleh Bulog," tukasnya.

Untuk diketahui, jumlah penerima rastra di Nagari Pakan Rabaa Tengah sebanyak 489 Kepala Keluarga (KK) dari 14 jorong. Tiap warga penerima manfaat mendapatkan kuota rastra seberat 10 kg/KK tanpa ada uang tebusan.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Rezka Delpiera