Dibuntuti Mengunjungi Sekolah, Salah Seorang Kasi di Disdikbud Pessel Terjaring OTT

Kepala Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan, Yeni Puspita bersama jajarannya menunjukkan barang bukti
Kepala Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan, Yeni Puspita bersama jajarannya menunjukkan barang bukti (Ist)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat terjerat Operasi Tangkap Tangan ( OTT ) Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan terkait dugaan pungutan liar, Rabu 23 Mei 2018 sekitar jam 14.00 WIB kemarin.

"ASN tersebut berinisial N dan menjabat sebagai kepala seksi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, ia ditangkap di depan SDN 03 Lunang, Kecamatan Lunang," sebut Kepala Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan , Yeni Puspita saat jumpa pers di Painan, Kamis 24 Mei 2018.

baca juga: Hari Ini, Pessel Tambah Empat Kasus Positif COVID-19

Dia menjelaskan, penangkapan "N" bermula, setelah adanya laporan yang diterima pihaknya. Sesuai laporan tersebut tim jaksa Pessel membuntuti mobil yang dikendarai "N" hingga ke bagian selatan daerah itu..

"Di dalam mobil "N" saat itu ditemukan 10 lembar amplop yang berisikan uang bervariasi mulai dari Rp300 ribu sampai Rp500 ribu dengan total Rp3,3 juta," terangnya.

baca juga: Bawaslu Pessel: Posting Terkait Pilkada di Medsos juga Pelanggaran bagi ASN

Lanjutnya, sesuai informasi yang didapatkan pihak kejaksaan "N" rencananya akan mengunjungi 25 sekolah yang menerima Dana Alokasi Khusus. Namun, saat itu baru 10 sekolah yang berhasil disambangi.

"Perkara ini masih kami dalami, dan terus mengungkap apakah ada oknum ASN lainnya yang terlibat," ujarnya.

baca juga: Bawaslu Pessel Sebut Kepala Kampung Masuk Pihak yang Dilarang Dukung Paslon

Kini oknum kepala seksi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan itu mendekam di sel tahanan kejaksaan setempat, sementara dua rekannya yang ikut bersama dia masih dimintai keterangan sebagai saksi.

"Jika dilihat dari nominal rupiahnya memang tidak seberapa namun dampaknya akan sangat luar biasa karena akan menyangkut pada dunia pendidikan, pelajar dan prestasi pendidikan," tutupnya.

baca juga: Komisi III Minta Kejaksaan Agung Tingkatkan Pengawasan Internal

[Kiki Julnasri Priatama]

Penulis: Rezka Delpiera