Kemenhub Sediakan Tiga Bus Mudik Gratis untuk Perantau Sumbar di Jakarta

PADANG, KLIKPOSITIF - Kementerian Perhubungan menyediakan tiga bus angkutan lebaran secara gratis untuk perantau Minang di Jakarta yang ingin mudik ke kampung halamannya di Sumatera Barat.

Kepala Dinas Perhubungan Sumbar , Amran mengatakan, ketiga bus yang disediakan oleh Kementerian itu nantinya akan berangkat dari Jakarta pada H-5 Lebaran , dan diperkirakan sampai di Sumbar pada H-3 Lebaran .

baca juga: Putus Mata Rantai Covid-19, Bupati Solsel: Satu Bulan Kedepan Vaksin Harus Tuntas

"Kami dari Dinas Perhubungan Sumbar bersama Dinas Kabupaten dan Kota, akan menyambut rombongan perantau dari Jakarta itu di Terminal Bareh Solok," ujar Amran kepada KLIKPOSITIF .com, Jumat, 25 Mei 2018 sore.

Bus mudik gratis ini, lanjut Amran, merupakan program Mudik Gratis Kemenhub ke 32 kota. Ada 1.130 bus mudik dan 70 truk pengangkut sepeda motor yang disediakan Kemenhub. Namun untuk Sumbar , hanya kebagian tiga unit bus.

baca juga: Wawako Payakumbuh Motivasi Atlet Kempo Sumbar Jelang Tampil di PON

"Sebenarnya Sumbar hampir gak kebagian, tapi setelah memohon ke Balai Pengelola Transportasi Darat, akhirnya Sumbar kebagian tiga unit bus, karena Kementerian hanya memperioritaskan untuk perantau di Pulau Jawa," bebernya.

Selain angkutan darat gratis, di Sumbar nantinya juga akan menyediakan transportasi laut gratis antar Padang-Mentawai, dan transportasi laut untuk lebaran ini, disidiakan PT Semen Padang yang bekerjasama dengan Pelni Sabuk Nusantara.

baca juga: Dinkes Solsel Sebut Vaksin Diperlukan untuk Membentuk Kekebalan Kelompok Terhadap Virus Covid-19

"Jadi, masyarakat Padang yang ada di Mentawai, ataupun sebaliknya, bisa memanfaatkan transpotasi laut ini secara gratis untuk berlebaran di kampung halaman masing-masing," bebernya.

Di lain hal, Amran pun memprediksi bahwa pada Lebaran 2018 ini, jumlah pemudik di Sumbar akan turun 6-10 persen dibandingkan tahun lalu, karena lebaran tahun ini juga bertepatan dengan tahun ajaran baru.

baca juga: Pemko Pariaman Belajar Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah ke Walikota Medan

Makanya, menurut Amran, masyarakat Minang yang ada di perantauan, tentu lebih memprioritaskan kebutuhan pendidikan anak-anaknya dibandingkan pulang kampung, apalagi saat ini ekonomi perantau Minang, khususnya pedagang, juga melemah.

"Ini disebabkan, karena usaha perantau Minang yang mayoritas sebagai pedagang, mengalami penurunan jual beli akibat lemahnya daya beli masyarakat, sehingga perantau tak punya kesiapan materi yang cukup untuk mudik ," pungkasnya.(*)

Penulis: Riki