Pengembus Isu Bom di Penerbangan Pasti Dihukum Berat

Suasana panik saat isu bom yang terjadi di penerbangan Lion Air, Senin lalu.
Suasana panik saat isu bom yang terjadi di penerbangan Lion Air, Senin lalu. (internet)

KLIKPOSITIF -- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mendukung pihak yang berwajib untuk mengenakan sanksi dan efek jera terberat bagi pengembus isu bom di penerbangan . Sanksi ini berlaku baik di sisi darat, seperti di bandara, tower ATC dan peralatan penerbangan , juga di sisi udara, seperti di dalam pesawat terbang.

Selain membahayakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang, isu terkait bom dalam penerbangan juga memberikan dampak psikologis mendalam. Di beberapa kejadian, membuat kerugian materiil yang besar pada maskapai dan penumpang lain.

baca juga: Cuaca Buruk, Pesawat Garuda Gagal Mendarat di Pontianak

Menurut Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso, seperti dilansir dari suara.com, jaringan KLIKPOSITIF Nasional Network (KPNN), pihaknya mendukung pihak berwajib untuk mengenakan hukuman pidana dan perdata, baik dengan UU No. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan , KUHP, KUHAP maupun aturan lain, seperti UU Terorisme yang sudah disahkan.

Ditjen Perhubungan Udara sendiri menyatakan akan memberikan efek jera, misalnya dengan melakukan black list dan pelarangan terbang atau mendekati fasilitas penerbangan bagi orang yang mengembuskan isu bom . Dampaknya bukan hanya psikologis, tapi juga material yang tidak sedikit bagi maskapai dan penumpang.

baca juga: KNKT Duga Mesin Pesawat SJ 182 Dalam Kondisi Hidup Sebelum Membentur Air

Dampak yang lebih luas lagi, terkait persepsi masyarakat internasional terhadap penerbangan Indonesia. "Kami mendukung pihak berwajib untuk memberikan efek jera berupa pidana kepada yang bersangkutan dan mengajak semua stakeholder dan masyarakat untuk menyebarluaskan berita sanksi tersebut," ujar Agus.

Kegeraman Agus ini terkait maraknya isu bom di penerbangan Tanah Air akhir-akhir ini. Berita terbaru datang dari Pontianak pada 28 Mei 2018 pukul 18.50 WIB, dimana seorang penumpang pesawat B737-800 NG PK- LOJ yang dioperasikan Lion Air dengan nomor penerbangan JT 687 menyatakan membawa bom.

baca juga: Sempat 3 Kali Ganti Jadwal, Satu Keluarga Jadi Korban Sriwijaya Air SJ182

Akibat ketakutan, salah seorang penumpang yang lain membuka paksa jendela darurat (emergency exit window) sebelah kanan. Penumpang kemudian berhamburan keluar lewat jendela darurat dan memaksa turun dari sayap pesawat, walaupun mesin pesawat sudah dinyalakan di apron.

"Tindakan penumpang yang memaksa turun ini, tentu saja berbahaya, karena bisa tersedot ke mesin pesawat yang menyala. Selain itu, kerugian materiil maskapai akibat rusaknya jendela darurat pesawat mencapai miliaran rupiah. Pengembus isu bom harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku," lanjut Agus.

baca juga: Sempat Buat Heboh Unggah Foto Pesawat Menukik Tajam, Ngabalin: Maafkan Saya

Bagi para penumpang, Agus mengimbau untuk tetap mematuhi perintah awak kabin pesawat terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam pesawat. Awak kabin merupakan personel penerbangan terlatih yang mendapatkan sertifikat khusus dari Ditjen Perhubungan Udara untuk dapat menjalankan standar prosedur operasional penerbangan .

Terkait isu bom , pada pasal 437 UU Penerbangan , disebutkan, semua yang terkait informasi bom, baik sungguhan atau bohong, merupakan tindakan melanggar hukum dan akan diproses, serta ada sanksi tegas dari pihak berwajib. Pasal tersebut bukan delik aduan, sehingga polisi bisa langsung menindaklanjutinya. (*)

Penulis: Agusmanto