Bentengi Diri dengan Iman dan Takwa dari Bahaya Narkoba

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, Hendra Irwan Rahim saat berikan sambutan dalam safari Ramadhan di masjid Darul Huda Koto Panjang, Lintau, Tanah Datar.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, Hendra Irwan Rahim saat berikan sambutan dalam safari Ramadhan di masjid Darul Huda Koto Panjang, Lintau, Tanah Datar. (ist)

LINTAU, KLIKPOSITIF - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, Hendra Irwan Rahim menekankan bahaya narkoba, penyakit masyarakat, dan LGBT pada masyarakat Koto Panjang, Jorong Gunung Saribu, Nagari Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Kamis 31 Mei 2018.

Bahaya yang hanya dapat ditolak dengan dasar keimanan. Hal ini disampaikan dalam kunjungan Safari Ramadan ke Masjid Darul Huda, Koto Panjang.

baca juga: BI: Kebutuhan Uang Tunai Saat Lebaran Lebih Tinggi dari Proyeksi

"Tujuan Safari Ramadan memang memantau masyarakat. Salut di sini sudah jalan ronda malamnya. Juga sudah ada aturan terkait pekat dan muda-mudi," ungkapnya usai tarawih berjamaah.

Kata Hendra, bertambah maju suatu negara, maka bertambah banyak kelakuan masyarakatnya. Disayangkan, kelakuan cenderung pada tindakan negatif.

baca juga: Kemendag: Harga Kebutuhan Pokok Stabil Selama Ramadan dan Lebaran 2018

"Sekarang ada LGBT, bukan sekedar hubungan perempuan dan laki-laki, tapi yang sesama jenis. Rata-rata punya pendidikan. Jangan sampai berkembang di nagari kita ini," harapnya.

Mengatasi persoalan itu, katanya tentu dengan keimanan dan ketakwaan. Untuk itu, kembali ke surau merupakan langkah awal memupuk keimanan dan ketakwaan tersebut.

baca juga: Rumah Dibedah, Lebaran Tilah Jadi Bergairah

"Dari muda harus ditanam agama, selalu berada di masjid. Tolong kita jaga, kita pantau, anak keponakan kita," kata Hendra.

Terkait peredaran narkoba, kata dia, memang juga sudah sangat meresahkan. Terlebih saat ini, desa menjadi pangsa pasar bagi peredarannya.

baca juga: Permudah Sedekah, GoJek Kerjasama dengan Lembaga Amal

"Kalau sudah terlibat, sulit diobati. Adapun lembaga kesehatan, namun jika tidak terawasi dapat terjerumus kembali. Terlebih Lintau ini daerah perlintasan. Makanya kita perlu waspada. Memantau siapapun yang datang, laporkan pada wali nagari, dan polisi, jika ada yang mencurigakan," tuturnya.

[Cecep Jambak]

Penulis: Fitria Marlina