Baru 70 Persen Angkutan Mudik di Sumbar yang Layak Jalan

Ilustrasi
Ilustrasi (youtube)

PADANG , KLIKPOSITIF - Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Amran mengatakan, baru 70 persen kendaraan dari angkutan umum untuk mudik lebaran layak jalan di Sumbar .

"Artinya sebanyak 30 persen dari total armada angkutan darat di Sumatra Barat belum dinyatakan layak jalan untuk mengangkut pemudik pada Lebaran 1439 Hijriah," kata Amran, Jumat (1/6).

baca juga: Banyak Merawat Pasien Covid-19, Begini Kondisi di SPH

Hal tersebut dijelaskannya setalah Dinas Perhubungan melakukan uji kelayakan kendaraan di empat titik bekerja sama dengan Ditlantas Polda Sumbar untuk kendaraan mudik . "Hasilnya, hanya 60-70 persen kendaraan yang berstatus layak jalan," jelasnya.

Dijelaskannya, uji kelayakan mencakup angkutan yang arah Solok, arah ke Bukittinggi, dan Pariaman. Rata-rata, dari 60 unit hanya 40 yang lulus, sisanya 20 harus lakukan uji ulang.

baca juga: Ninik Mamak Kecamatan IX Koto Nyatakan Dukungan Ke Pasangan SR-Labuan

Amran menyebutkan, pihaknya sudah menyurati Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumbar untuk memastikan seluruh angkutan mudik layak jalan.

Dishub mencatat, tersedia 1,6 juta kursi untuk angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) selama H-7 hingga H+7 Lebaran. Sementara untuk angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), tahun ini disediakan 666 kendaraan dengan jumlah kursi 40 per angkutan.

baca juga: Instruksi Pelarangan Pesta Nikah Diabaikan Warga, Pemkab Pessel : Camat dan Wali Nagari Harus Proaktif

"Intinya kami minta Organda dan kawan-kawan di daerah untuk mengoperasikan kendaraan layak jalan," ujar Amran.

Sementara Kepala Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumbar Sengaja Budi Syukur mendorong pengusaha angkutan umum menyegerakan uji kelayakan dalam rangka mudik lebaran yang semakin dekat.

baca juga: Pemko Pariaman Kembali Salurkan Bibit Pertanian

Dijelaskan Budi Syukur, Sebanyak 2500 unit angkutan umum di Sumbar akan beroperasi saat mudik lebaran nanti. "Jenisnya mulai dari taksi, mini bus dan bus," jelasnya.

(Joni Abdul Kasir)

Penulis: Eko Fajri