Tiga Alumni Ditangkap, Ini Kata Rektor UR

Ilustrasi Densus 88
Ilustrasi Densus 88 (Net)

RIAU, KLIKPOSITIF -- Rektor Universitas Riau, Aras Mulyadi mengapresiasi keberhasilan Polri mengungkap jaringan terorisme di kampus perguruan tinggi negeri terbesar di Bumi Lancang Kuning tersebut.

Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan tiga orang pelaku yang merupakan alumni dari kampus tersebut.

baca juga: Lewat LPSK, Korban Terorisme Dapat Kompensasi dan Santunan Negara

"Saya atas nama pimpinan seluruh civitas academica menyampaikan terima kasih kepada Densus 88 dan juga Polda Riau yang telah mengungkap kejadian ini," katanya.

Menurut dia, jika jaringan itu tidak segera ditangkap, kata Aras, akan menimbulkan banyak korban jiwa.

baca juga: Pekanbaru Kembali Zona Merah

Ia mengatakan pihak universitas mempercayakan penanganan secara hukum tiga terduga teroris yang merupakan alumni FISIP Univeritas Riau itu kepada polisi.

"Saya percaya akan diselesaikan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan oleh Densus 88 dan badan antiteror serta berbagai pihak terkait lainnya," tuturnya.

baca juga: Densus 88 Tangkap 9 Tersangka Teroris di Sumbar Selama Juli 2020

Baca Juga:  Densus 88 TangkapTiga Alumni UR yang Ingin Ledakkan Gedung DPRD Riau

Aras mengatakan seluruh civitas perguruan tinggi negeri itu mengutuk keras kegiatan teroris yang dilakukan oleh alumninya tersebut.

baca juga: DPR Nilai Kemampuan Polri Tangani Aksi Terorisme Sudah Mumpuni

Menurut dia, tindakan tersebut sama sekali bukan tindakan terpuji dan jelas sebuah tindakan yang terlarang.

"Terus terang seluruh civitas academica mengutuk kegiatan yang mengarah ke bom , dan dibuktikan dengan ini," ujarnya dilansir dari Riauexpose.com-jaringan KLIKPOSITIF News Network (KPNN).

Selama ini, kata dia, pihak kampus sama sekali tidak mencurigai seluruh kegiatan. Terutama yang melibatkan alumni di salah satu perguruan tinggi tertua di Riau tersebut.

Aras mengaku sangat menyayangkan dengan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan pihak universitas segera melakukan konsolidasi secara internal setelah kejadian itu guna mencegah kejadian serupa terjadi lagi.

Densus 88 Antiteror bersama Polda Riau menggerebek kampus tersebut, Sabtu 2 Juni 2018 siang.

Penggerebekan melibatkan personel Brimob bersenjata lengkap dan Gegana serta Inafis. Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan tiga terduga teroris masing-masing berinisial Z, B, dan K.

Dari tangan ketiganya, polisi menyita empat unit bom rakitan dan menyita sejumlah serbuk-serbuk bahan pembuat bom dari gedung yang sejatinya merupakan sekretariat bersama kelembagaan mahasiswa tersebut.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa