BKN: Ada 14 Laporan Ujaran Kebencian yang Melibatkan ASN

Ilustrasi
Ilustrasi (Korpri)

NASIONAL, KLIKPOSITIF  -- Badan Kepegawaian Negara ( BKN ) telah menerima sebanyak 14 laporan pengaduan ujaran kebencian yang melibatkan ASN (Aparatur Sipil Negara) pusat dan daerah.

"Terlapor terbanyak berprofesi sebagai Dosen ASN , kemudian diikuti oleh PNS (Pegawai Negeri Sipil) Pemerintah Pusat, PNS Pemerintah Daerah (Pemda) dan guru," kata Kepala Biro Humas BKN , Mohammad Ridwan.

baca juga: Kuota PNS Terbatas, Irwan Prayitno: Tamatan Perguruan Tinggi Bentuk Usaha!

Aduan yang bermuatan penyebaran berita palsu dan ujaran kebencian terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang diterima Humas BKN tersebut, menurut Ridwan, disertai dengan lampiran bukti.

Bukti yang dimaksud adalah berupa postingan di media sosial seperti Facebook dan Twitter, postingan konten berita palsu di media sosial dan dugaan keterlibatan sebagai simpatisan pada organisasi yang dilarang Pemerintah.

baca juga: Ini Cara Daftar Ulang Peserta SKB CPNS, Mulai Hari Ini

Sebelumnya, BKN telah mengeluarkan Surat Kepala BKN Nomor K.26 30/V.72-2/99 kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) instansi pusat dan daerah soal pencegahan potensi gangguan ketertiban dalam pelaksanaan tugas dan fungsi PNS .

Hal tersebut meneruskan dari Surat Edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 137 Tahun 2018 tentang penyebarluasan informasi melalui media sosial bagi ASN .

baca juga: Tempat Kerja Jadi Klaster Baru di Sumbar, Gubernur: ASN dari Luar Daerah Wajib Swab

"Kedua surat tersebut mengakomodasi imbauan bagi seluruh ASN pusat dan daerah untuk menjalankan fungsinya sebagai perekat pemersatu bangsa sesuai amanat Undang-Undang nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN , dan diminta secara bijak dalam penggunaan media sosial, khususnya untuk penyebarluasan informasi dan dilarang terlibat aktivitas ujaran kebencian ," pungkas Ridwan.(*)

Sumber: Setkab

baca juga: Sempat Tertunda, Ini Jadwal Terbaru Tahapan CPNS Mulai Daftar Ulang SKB Hingga Tes

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa