Antropolog Nilai Perlu Sosialisasi Holistik Terhadap Reklamasi Teluk Benoa

Teluk Benoa
Teluk Benoa (Antara)

  KLIKPOSITIF - Antropolog dari Universitas Indonesia Nurmala Kartini Sjahrir mengatakan pemerintah perlu melakukan sosialisasi secara menyeluruh terkait rencana revitalisasi berbasis reklamasi Teluk Benoa.

Dengan cara itu masyarakat memahami betul makna reklamasi yang berarti pemulihan kembali suatu daerah kepada fungsi sebenarnya, kata Nurmala Kartini di Denpasar, Minggu 3 April 2016.

baca juga: Viral, Video Penampakan Wanita Saat Cari Korban Kecelakaan Maut

"Sosialisasi secara holistik soal manfaat reklamasi harus ditingkatkan sehingga masyarakat mengerti betul apa maksud dan tujuan dari keputusan melakukan reklamasi suatu wilayah tertentu," katanya.

Usai memberikan ceramah soal perubahan iklim pada "Youth for Climate Camp" yang diikuti sekitar 300 pelajar dan mahasiswa, Nurmala menjelaskan reklamasi berasal kata dari "re-claim", yang berarti upaya memperbaiki atau memulihkan kembali lahan dan vegetasi suatu kawasan hutan yang rusak agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan peruntukannya.

baca juga: Buronan Interpol Kabur, DPR Pertanyakan Keamanan Kantor Imigrasi

Reklamasi tidak selamanya harus dilihat dari sisi negatif, namun juga sisi positif yaitu bisa menghidupkan daerah dan fungsi area lebih optimal, khususnya bagi kepentingan ekonomi masyarakat dan wisata di daerah.

Ia menambahkan, reklamasi seharusnya tidak menjadi masalah sepanjang telah dilakukan melalui kajian mendalam dan lolos dari uji amdal.

baca juga: Ini Penjelasan BMKG Soal Suara Dentuman di Buleleng Bali

"Di zaman Orde Baru amdal bisa dimanipulasi. Namun di era ketebukaan saat ini jangan coba-coba untuk bermain soal amdal, bisa berujung pada kasus hukum bagi mulai dari pengusul amdal hingga pejabat pada instansi terkait," tegasnya.

[Ant]

baca juga: Lapan Sebut Ledakan di Buleleng Bali Pada Minggu Pagi Mirip Peristiwa Serupa di Bone Sulawesi Selatan

Penulis: Fitria Marlina