Erdogan Menangkan Pemilihan Presiden Turki

Tayyip Erdogan memenangkan pemilihan presiden di Turki
Tayyip Erdogan memenangkan pemilihan presiden di Turki (suara.com)

KLIKPOSITIF - Tayyip Erdogan memenangkan pemilihan presiden di Turki , Minggu (24/6). Ia mengatakan bahwa pemerintahannya bisa mengatasi tantangan besar dalam satu setengah dasawarsa.

Ketua dewan pemilihan Sadi Guven mengatakan lebih dari 97 persen suara memilih Endorgan. Hasil tidak resmi yang disiarkan di televisi Turki juga memberikan partai berkuasa dan mitra aliansinya mayoritas di parlemen.

baca juga: Ledakan di Beirut, Mia Khalifa Langsung Trending di Twitter

Partai oposisi utama tidak segera mengakui kekalahan. Namun bberapa lama setelah itu mereka mengatakan bahwa menerima apapun hasil pemilihan itu.

"Mulai besok, kami akan mulai bekerja mewujudkan janji-janji yang kami buat untuk rakyat kami," kata Erdogan kepada para pendukung yang melambaikan bendera dalam pidato kemenangan dari balkon markasnya setelah jam 3 pagi di Ankara.

baca juga: Status Darurat 14 Hari usai Ledakan, WNI di Beirut Dilarang Keluar Rumah

Dia juga berjanji bahwa pihak berwenang, yang telah melakukan tindakan keras nasional sejak kudeta militer yang gagal dua tahun lalu, akan bertindak lebih tegas terhadap organisasi-organisasi teroris.

Erdogan (64) juga berjanji akan terus membebaskan tanah Suriah sehingga 3,5 juta pengungsi Suriah di Turki bisa pulang dengan selamat. Kritikus mengatakan itu akan semakin mengikis demokrasi di negara anggota NATO dan berkuasa aturan satu orang.

baca juga: Sejarah Pelabuhan Berusia 3.000 Tahun Didekat Ledakan Dahsyat Lebanon

Kemenangan Erdogan membuka jalan untuk masa lima tahun berikutnya. Di bawah konstitusi baru, ia bisa menjalani masa jabatan berikutnya dari 2023 hingga 2028.

Penampilan kuat yang tak terduga oleh mitra aliansi Partai AK, MHP nasionalis, dapat diterjemahkan ke dalam mayoritas parlemen yang stabil yang dicari Erdogan untuk memerintah secara bebas.

baca juga: Ledakan Dahsyat di Lebanon, Ini Kondisi Terkini 1.447 WNI

"Ini menetapkan panggung untuk mempercepat reformasi," kata Deputi Perdana Menteri Turki Mehmet Simsek hasil.

Dilansir dari laman reuters, Lira (mata uang Turki ), yang telah kehilangan sekitar seperlima nilainya terhadap dolar tahun ini, menguat lebih dari 1 persen dalam perdagangan awal di Asia pada harapan hubungan kerja yang stabil antara presiden dan parlemen. Mencapai 4,587 lira terhadap dolar pada 12:17 pagi (2117 GMT) sebelum sedikit berkurang.

Penulis: Fitria Marlina