Gelombang Laut Makin Ganas, Warga Sasak Pasbar Cemaskan Keselamatan Tempat Tinggal

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Ratusan masyarakat yang tinggal pantai Muaro ‎Tanjung Karambia Ampek Jorong Pondok Nagari Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat mengaku resah takut akan ancaman abrasi yang menghantam pemukinan mereka setiap hari.

"Kini jarak 100 unit rumah warga dengan ombak laut ‎hanya tinggal 50 meter. Dua minggu sebelumnya jaraknya 100 meter," kata Wali Nagari Sasak, Arman kepada KLIKPOSITIF , Jumat 10 Juni 2016.

baca juga: Pilkada Pasbar, Koalisi Parpol Pengusung Erick - Syawal Rampungkan Struktur Tim Pemenangan

Arman menuturkan 500 orang penduduk ‎Muaro Tanjung tidak mau meninggalkan rumahnya meski ancaman abrasi sudah semakin dekat. Sebab, mereka mengaku sudah lama tinggal di daerah tersebut.

"Abrasi pantai ini sudah lebih satu bulan terjadi, namun belum ada tanggapan dari pemerintah daerah. Kita meminta Pemkab Pasbar agar turun tangan untuk mengatasi persoalan tersebut," kata Arman.

baca juga: KPU Pasbar Nilai Imbauan Mematuhi Protap COVID-19 bagi Bacalon Kepala Daerah Tidak Berjalan Baik

Dia menjelaskan sejak satu bulan terakhir tinggi gelombang laut menghantam tebing pembatas sudah mencapai dua meter. Kini warga sudah setiap malam bersiaga di pos ronda di kampung tersebut. Pihak Nagari Sasak sudah melaporkan masalah tersebut kepada Pemkab Pasaman Barat. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari pihak pemerintah.

Sebelumnya, kampung tersebut pernah mendapat bantuan untuk pembangunan tebing pembatas ombak laut dari perkampungan. Namun kini tebing pembatas tersebut telah hancur diterjang gelombang.

baca juga: Semen Padang Serahkan Bantuan 20 Unit Alat Pengolahan Sampah untuk Kelompok Dasawisma Kemiri 8 Pasaman

Man St Pambangun

Penulis: Ramadhani