Ini Pokok Pelanggaran yang Dilakukan 5 Perusahaan Tambang Galian C di Pessel

Ilustrasi tambang Galian C
Ilustrasi tambang Galian C (Steemit)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Bupati Pesisir Selatan , Hendrajoni mengatakan, lima tambang Galian C yang hentikan kegiatannya beroperasi tidak sesuai dengan prosedur izin yang telah ditetapkan.

"Ada yang menggunakan izin batu bara. Tapi stone cruser tetap jalan. Maka dari itu kita tutup," katanya.

baca juga: Begini Suasana Musim Durian di Ganting Kubang Pessel

Menurut dia, selain beroperasi tanpa memiliki izin sesuai prosedur. Sejumlah galian C juga ditemukan tidak pernah membayar pajak.

"Tidak ada izin prinsip, mereka ditemukan juga tidak ada bayar pajak. Apalagi untuk mengoperasikan galian C itu banyak izinnya yang harus diurus," terang dia.

baca juga: Sejumlah Warga Tolak Aktivitas Pertambangan di Kamang Mudiak Agam

Sementara itu, Kapolres Pesisir Selatan , AKBP Ferry Herlambang mengaku juga akan segera melakukan penyelidikan terhadap sejumlah galian C yang menyalahi prosedur, termasuk unsur pidana dalam aktifitas tersebut.

"Kita akan kumpul bukti, jika ada unsur pidana maka akan kita tindak. Kita juga baru mengetahui mereka tidak ada izin," jelasnya.

baca juga: Dua Kasus Positif di Pessel Hari Ini, Anak dan Sopir dari Perantau Asal Kambang

Sebelumnya diketahui Hendrajoni menghentikan sementara pengoperasian tambang galian C di Nagari Tambang , Kecamatan IV Jurai, Senin 2 Juli 2018. Penghentian operasi tambang galian C di daerah ini dilakukan karena banyaknya pengaduan dari masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Hentikan Sementara Operasi Lima Tambang Galian C di Pessel

baca juga: Hari ini Dua Warga Pessel Terkonfirmasi Positif Covid-19

Penghentikan operasi tambang ini juga diikuti tim gabungan Provinsi. Hasilnya, sekitar lima tambang yang dinilai melanggar ketentuan dihentikan beroperasi untuk sementara.

"Jangan anggap negeri ini tidak bertuan. Pokoknya harus taat aturan. Tambang ini harus tutup semua sampai izinnya lengkap," sebut Hendrajoni usai Sidak.

Lima perusahan Galian C yang diduga melanggar aturan itu yakni, PT Taruko Putra Nusantara, PT. Tigo Padusi Nusantara, CV. Putra Salido, PT. Mineral Sutera Pesisir Selatan dan CV. Merapi Anugerah Mandiri.

Persoalan izin tambang Galian C tersebut tertuang dalam UU nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, serta soal prosesnya pengurusan izinnya diatur oleh UU nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

[Kiki Julnasri Priatama]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa