Jika Terbukti Bersalah, Pemprov Sumbar Akan Cabut Izin 5 Tambang Galian C di Pessel

Ilustrasi tambang Galian C
Ilustrasi tambang Galian C (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat masih mengkaji izin lima perusahaan tambang Galian C yang diduga menyalahi izin operasional. Saat ini, kegiatan di lima lokasi perusahaan itu telah ditutup oleh Bupati Pesisir Selatan , Hendrajoni.

Kepala Dinas Penanaman Modal (DPM) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Sumbar , Maswar Dedi mengatakan pihaknya akan mencabut izin kelima perusahaan itu terbukti bersalah.

baca juga: Raih Akreditasi Nasional, SDN 10 Painan Timur Akan Buat Pepustakaan Digital

Baca Juga:  Bupati Hentikan Sementara Operasi Lima Tambang Galian C di Pessel

"Tim sudah turun beberapa hari yang lalu, lalu tim teknis kami sekarang juga sedang mengkaji dan membalas soal izin kelima perusahaan yang diduga tersebut. Kalau terbukti mereka melanggar kami akan cabut izinnya," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Rabu, 4 Juli 2018.

baca juga: Gubernur Sebut Lembaga dan Tokoh Adat Benteng Budaya

Ia menjelaskan, terkait pemberhentian sementara pengoperasian tambang seharusnya dari Gubernur sebab yang mengeluarkan izin Gubernur selaku pimpinan pemerintah provinsi.

Kemudian, kata dia, dalam pembahasan dengan tim teknis akan dikaji dampak lingkungan dan dan rekomendasi dari Dinas ESDM.

baca juga: Wagub Sumbar Minta Para Orangtua Berikan Anak Izin Ikuti Vaksinasi

Baca Juga:  Ini Pokok Pelanggaran yang Dilakukan 5 Perusahaan Tambang Galian C di Pessel

"Kajiannya melibatkan DLH dan ESDM. Selanjutnya juga kita kaji rekomendasi sebelumnya dari kedua dinas tersebut. sebab izin lingkungan dan tata ruang dari Kabupaten. Intinya sebelum masuk PTSP telah melalui prosedur itu. Sekarang kita cari akarnya, dimana permasalahan sebenarnya dan apa saja yang dilanggar perusahaan," papar Maswar

baca juga: Ini Nama-nama Calon Sekda Pessel, 1 Diantaranya dari Kota Pariaman

Untuk diketahui, Lima perusahan Galian C yang diduga melanggar aturan itu yakni, PT Taruko Putra Nusantara, PT. Tigo Padusi Nusantara, CV. Putra Salido, PT. Mineral Sutera Pesisir Selatan dan CV Merapi Anugerah Mandiri.

Pemerintah Provinsi setelah mendapat laporan langsung menerjunkan tim untuk memeriksa lokasi tambang yang diduga bermasalah.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa