Saksi Emzalmi-Desri Tak Tandatangani Hasil Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara

Pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Padang 2018
Pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Padang 2018 (Cecep/Klikpositif)

PADANG, KLIKPOSITIF --Tim sukses pasangan nomor urut satu Emzalmi-Desri, yang menjadi saksi rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan perolehan suara tingkat kota pemilihan walikota dan wakil walikota Padang tahun 2018, tidak menandatangani hasil pleno.

"Kami tidak ikut menandatangani, karena belum tuntasnya persoalan-persoalan yang kami laporkan ke panwaslu, pun ke penyelenggara pemilu," ungkap Wakil Ketua Tim Sukses, Indra mairizal usai pleno Rabu 4 Juli 2018.

baca juga: Audy Joinaldy Bantu Bocah yang Alami Kelumpuhan di Pessel

Indra menjelaskan, beberapa persolan yang ditemukan di lapangan diantaranya ditemukan surat keterangan yang cukup banyak yakninya sekitar 8 ribu. Selain itu juga banyaknya pemilih dari luar Kota Padang yakni dari Pesisir Selatan.

"Kami menengarai angka 8 ribu ini terindikasi dimanfaatkan," ucapnya.

baca juga: Audy Joinaldy mengadakan Kompetisi #MilenialManang Menulis Pesan Makna Pendidikan bagi Kamu

"Ada juga ditemukan pemilih pindah yang memiliki surat keterangan di tahun 2017, sedangkan pilkada 2018. Ketika diminta KK ternyata KK itu tertanggal 28 Juni, kan jelas itu sebuah rekayasa," tambahnya.

Diakuinya, hal itu telah disampaikan ke Panwaslu Kota Padang, namun belum difollow up. "Setelah ini kita akan rapat untuk langkah selanjutnya, saya belum bisa sampaikan banyak," terangnya.

baca juga: Fakta di Balik Kekalahan Emzalmi-Desri di Pilkada Padang

Pantauan KLIKPOSITIF , salah satu kecamatan yang di sebut bermasalah adalah pemilihan di kecamatan Lubuk Kilangan.

baca juga: Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilkada Padang 2018, Ini Rinciannya

Di tempat yang sama, ketika dikonfirmasi Ketua PPK Kecamatan Lubuk Kilangan, M Rizal Amin membantah ada persoalan lain yang terjadi di pemilihan Luki selain persoalan administrasi yang telah tuntas usai pemilihan.

"Kalau di Luki tidak ada persoalan, selain administrasi yang sudah juga selesai di pleno tingkat kecamatan. Artinya ke dua saksi sudah menandatangani berita acara dan tidak ada keberatan," ungkapnya.

"Yang ada contohnya kurang penulisan, seperti angka dibuat huruf. Kami tidak melihat dan menemukan apa yang di sampaikan saksi Paslon satu, seperti KK dari Pessel, dan lainnya," pungkasnya.

[Cecep Jambak]

Penulis: Rezka Delpiera