Hari Kedua Pendaftaran Caleg, KPU Sawahlunto Masih Sepi

Ilustrasi suasana di depan kantor KPU Sawahlunto
Ilustrasi suasana di depan kantor KPU Sawahlunto (Istimewa/Julnadi Inderpura)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Hari kedua pendaftaran Bakal Calon Legislatif ( Bacaleg ) untuk Pemilu 2019 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sawahlunto masih sepi. Tampak hingga hari ini belum ada satupun parpol ataupun caleg yang mendaftar.

Salah seorang petugas pendaftaran, Mika mengaku, di hari kedua pendaftaran ini, para calon wakil rakyat itu datang ke KPU hanya untuk berkonsultasi saja.

baca juga: Ternyata Chemistry Paslon Termasuk Menentukan Kemenangan di Pilkada

"Kemarin ada dua parpol yang Calegnya datang kesini. Mereka kesini untuk berkonsultasi ke komisioner. Mereka dari Perindo dan Gerindra," kata Mika, Kamis 5 Juli 2018.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Sawahlunto Afdhal mengatakan bahwa pihaknya sejauh ini sudah membentuk help desk pencalonan yang dibagi dalam tiga daerah pemilihan (Dapil) yakni Dapil I Barangin, Dapil II Talawi dan Dapil III Silungkang-Lembah Segar.

baca juga: Wahyu Setiawan Janji Bongkar Kecurangan Pemilu, KPK Akan Analisa

"Sudah kita bentuk help desk pencalonan perdapil, untuk Dapil Barangin kuotanya 6 kursi, Dapil Talawi 6 kursi dan Dapil Silungkang-Lembah Segar 8 kursi," sebut dia.

Menurut dia, masa pendaftaran dibuka hingga tanggal 17 Juli 2018, dengan waktu yang ada setiap parpol harus bisa melengkapi persyaratan.

baca juga: Kandidat Terkuat Capres 2024: Prabowo Teratas, Anies dan Sandiaga Posisi Berapa?

Persyaratan tersebut berupa hasil pemeriksaan kesehatan dengan keterangan sehat, ijazah dan dokumen pendukung terutama dari parpol.

"Parpol sebaiknya mengedukasi caleg untuk memenuhi persyaratan yang diminta oleh KPU. Diperhatikan keaslian ijazah dan dokumen lain, jangan sampai pas hari terakhir terjadi masalah pada persyaratan tersebut," jelas Afdhal.

baca juga: DPR Tegaskan Revisi UU Pemilu Akan Tampung Masukan Pakar

Sementara itu, selain persyaratan individu Caleg , parpol juga diberikan persyaratan 30 persen keterwakilan perempuan dan sudah berkomunikasi dengan parpol untuk melakukan pendaftaran.

"KPU sudah berkomunikasi dengan parpol dan terus dilakukan, sifatnya KPU mendorong tapi tidak memaksa," tandasnya kemudian.

[Muhamad Haikal]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa