Bupati Pessel Hentikan Sementara Galian C, Maswar Dedi: Izin Tambang Lengkap

Plang larangan menambang di salah satu lokasi Galian C di Pessel.
Plang larangan menambang di salah satu lokasi Galian C di Pessel. (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Penanaman Modal (DPM) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Sumbar, Maswar Dedi menjelaskan hasil rapat tim teknis setelah meninjau lokasi tambang sudah diserahkan kepada Gubernur. Dari hasil rapat kemarin (5/7), kelima tambang tersebut telah mengantongi izin.

Baca: Bupati Hentikan Sementara Operasi Lima Tambang Galian C di Pessel

baca juga: 10 Tips Bersepeda 'Ala' Ketua ISSI Pessel

"Hasil rapat juga telah kita serahkan kepada pak Gubernur, selanjutnya Gubernur akan membalas surat Bupati Pessel ," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Jumat 6 Juli 2018.

Dijelaskannya, berdasarkan investasi tim teknis terhadap semua izin dokumen secara administrasi lengkap, baik dari provinsi maupun kabupaten, dapat disimpulkan tidak ada prosedur izin yang dilanggar. Dia mengaku, yang menyangkut izin prinsip dari kabupaten juga telah ada sebelum tambang tersebut beroperasi.

baca juga: Tim BNPB Verifikasi Usulan Pemkab Pessel Terkait Kebencanaan Daerah

"Proses izin itukan dari bawah (kabupaten), sudah ada sebelum tambang beroperasi. Kami dari PTSP hanya mengeluarkan izin yang sudah rekomendasi dari kabupaten. Seharusnya pembatalan itu dulu dari kabupaten," ujarnya.

Dilanjutkan Dedi, proses izin berawal dari ESDM kabupaten ke ESDM provinsi begitu juga dengan PSDA kabupaten ke PSDA provinsi karena tambang di daerah sungai. "Sudah ada semuanya, termasuk izin lingkungan juga sudah lengkap," bebernya.

baca juga: Soal Anggaran COVID-19 di Pessel, DPRD Minta Pengawasan Penegak Hukum

Selanjutnya terkait kerusakan sungai yang diakibatkan tambang , tim dan PSDA provinsi juga tidak menerima laporan adanya kerusakan lingkungan yang menyalahi aturan. Kalau ada perubahan struktur tanah akibat penambangan, itu sudah lazim dalam penambangan. Setelah penambangan ada reklamasi yang harus dilaksanakan perusahaan.

Kemudian ditemukannya alat berat di lokasi penambangan seperti stone crusher. Jika tidak masuk dalam izin prinsip bisa dihentikan sementara sampai ada adendum izin terkait alat berat dalam izin prinsip. Namun, tidak serta merta memperhatikan semua kegiatan tambang .

baca juga: BLT Kemensos Tidak Seluruhnya Cair di Pessel, Pemkab Janjikan Ini

"Kalau memang stone crusher tidak masuk dalam izin lingkungan, hanya itu saja yang diberhentikan, pemberhentiannya per bagian, yang lain tetap jalan sesuai apa yang tertera dalam izin yang dikeluarkan," ulasnya.

Maswar Dedi pun mengimbau daerah bisa secara baik-baik melakukan pendekatan, kemudian pemilik tambang juga bisa mematuhi aturan dan melakukan sosialisasi serta pendekatan kepada masyarakat.

Sebelumnya, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menghentikan sementara pengoperasian tambang galian C di Nagari Tambang , Kecamatan IV Jurai, Senin 2 Juli 2018. Penghentian operasi tambang galian C di daerah ini dilakukan karena banyaknya pengaduan dari masyarakat.

Pasalnya, aktivitas tambang di kawasan tersebut dinilai melanggar aturan perizinan. Selain bupati bersama Forkompinda, penghentikan operasi tambang ini juga diikuti tim gabungan Provinsi. Hasilnya, sekitar lima tambang yang dinilai melanggar ketentuan dihentikan beroperasi untuk sementara.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Agusmanto