488 Bacaleg Jalani Tes Kesehatan di RSU Solok

Sejumlah Bacaleg menjalani tes tertulis kejiwaan di RSU Solok
Sejumlah Bacaleg menjalani tes tertulis kejiwaan di RSU Solok (KLIKPOSITIF/Syafriadi)

KLIKPOSITIF -Sejak pendaftaran Bakal Calon Legislatif resmi dibuka pada 4 Juli 2018 lalu, sebanyak 488 orang Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) tercatat melakukan KIR kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Solok , Sumatera Barat.

Dari pantauan KLIKPOSITIF di RSU yang tengah digodok berganti nama menjadi RSU Mohammad Natsir itu, puluhan Bacaleg tampak sibuk mengurus administrasi dan tes yang dipusatkan di gedung Radiologi.

baca juga: Deteksi COVID-19, Pemkab Solok Lakukan Pool Test pada 30 Kluster

Humas RSU Solok Herman Tanjung mengatakan setiap Bacaleg bakal menjalani serangkaian tes kesehatan mulai dari fisik hingga kejiwaan.

"Sudah ada alurnya, mulai dari pemeriksaan THT, Gigi, radiologi, Labor, narkoba hingga rohani atau psikologi, terakhir Bacaleg menjalani pemeriksaan penyakit dalam," kata Herman Tanjung saat dijumpai di RSU Solok , Senin (9/7).

baca juga: Libatkan Tenaga Ahli, Pemko Solok Matangkan Dokumen GDPK

Dia menjelaskan Bacaleg yang menjalani KIR di RSU Solok berasal dari berbagai daerah seperti Kabupaten Solok , Kota Solok , Solok Selatan, Sawahlunto, Sijunjung hingga Dharmasraya.

Masing-masing Bacaleg sebenarnya bisa menjalankan pemeriksaan di Rumah Sakit Daerah, namun minimnya fasilitas membuat Bacaleg melakukan rangkaian tes yang tak bisa dilakukan di Rumah Sakit Daerah.

baca juga: Wako Solok Minta Pimpinan OPD Aktif Turun Ke Masyarakat

"Kebanyak RSUD masih belum lengkap fasilitasnya, Kalau di RSU Solok , seluruh fasilitas dan layanan KIR Bacaleg sudah lengkap," kata Herman.

Untuk biaya layanan, Masing-masing ditanggung secara pribadi oleh Bacaleg yang menjalani KIR. Setiap Bacaleg dikenakan biaya sebesar Rp. 1. 267.000.

baca juga: Kabar Gembira, Pasien 05 COVID-19 Kota Solok Sembuh

Sejauh ini Bacaleg yang menjalani KIR Kesehatan, tidak ada ditemui yang mengkonsumsi obat-obatan terlarang. "Sejauh ini tidak ada ditemukan, semuanya lulus pemeriksaan kesehatan," kata Herman.

Layanan KIR Bacaleg akan ditutup pada 16 Juli. Diperkirakan puncak pemeriksaan akan terjadi beberapa hari jelang penutupan layanan KIR.

Syafriadi

Penulis: Ramadhani