Jumlah Siswa Menyusut, SD di Agam Ini akan Digabung

Siswa di SD Sipinang Agam datang ke sekolah. Miris, tahun ini hanya 8 siswa yang bersekolah disini.
Siswa di SD Sipinang Agam datang ke sekolah. Miris, tahun ini hanya 8 siswa yang bersekolah disini. (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

AGAM , KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kabupaten Agam berencana akan menggabungkan SDN 22 Sipinang dengan SD terdekat menyusul kian menyusutnya jumlah siswa di SDN yang berlokasi di Jorong Sipinang, Nagari Sipinang, Kecamatan Palembayan, Agam - Sumbar tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam , Isra menyebut, langkah ini mesti diambil agar proses belajar-mengajar menjadi efektif. "Sudah 5 sampai 6 tahun siswanya minim. Itu bukan saja yang paling sedikit di Agam , tapi juga di dunia mungkin," ucap Isra saat dikonfirmasi KLIKPOSITIF dari Bukittinggi, Selasa 10 Juli 2018.

baca juga: M. Zuhrizul Pimpin IATTA Sumbar, Fokus Kesiapan SDM Wisata Minat Khusus

Isra menyebut, penggabungan menjadi hal prioritas mengingat tak mungkin lagi dipertahankan. "Masyarakat disana tak ingin, namun kita akan gabungkan sebab untuk satu kelas idealnya murid berjumlah 32 orang," ungkapnya.

Isra menyebut, wacana ini tak bisa langsung diterapkan, hanya saja dia menyebut akan memprioritaskan, sebab SD tersebut tak memenuhi syarat berupa jumlah murid. SDN 22 Sipinang ini pada tahun 2017 memiliki siswa berjumlah sebanyak 12 orang. Namun, pada tahun ajaran 2018 ini, siswanya menyusut berjumlah 8 orang.

baca juga: Innalillah, Istri Rektor Institut Teknologi Padang Meninggal Dunia

Minimnya jumlah kelas, berbanding lurus dengan jumlah tenaga pengajar yang hanya satu orang. Aktivitas belajar-mengajar dilakukan dalam satu kelas saja. Sementara, sekolah terdekat yakni SDN 11 Sipinang berjarak dua kilometer dari SDN 22 yang menjadi tempat penggabungan.

Hanya saja, jika hal ini jadi diterapkan, guru satu-satunya di SDN 22 Sipinang, Ardinal agak khawatir dengan jarak yang mesti ditempuh oleh siswanya. "Sepanjang dua kilometer itu jalannya masih semak-semak, saya takut nanti siswa yang kecil-kecil ini nanti diseruduk babi atau dikejar lebah," ungkapnya.

baca juga: Amankan Libur Lebaran dan Jaga Prokes, Puluhan Personel Satpol PP Ditugaskan 24 Jam

SDN 22 Sipinang berada di sebuah perkampungan terpencil dengan jarak tempuh ke Lubuk Basung sekitar dua jam perjalanan. Sepanjang perjalanan menuju sana, sangatlah sulit sebab kita mesti menempuh jalan bercor semen mendaki perbukitan yang sepi dari areal penduduk.

[Hatta Rizal]

baca juga: Nagari Pasia Laweh Agam Luncurkan Program 1.000 Sajadah

Penulis: Agusmanto