Upaya Literasi Perpustakaan Saok Laweh Solok, Antarkan Buku ke Rumah Warga

ilustrasi
ilustrasi (ist)

SOLOK , KLIKPOSITIF - Perpustakan Saok Laweh Kabupaten Solok -Sumatera Barat termasuk 6 besar Nasional Pustaka terbaik di Indonesia. Perpustakaan ini berada di klaster B bersama perwakilan Sumatera lainnya.

Dalam menyebar bukunya Perpustakaan Saok Laweh menerapkan program "Buku Bergulir" atau dengan cara mengatarkan 15 judul buku rumah ke rumah warga. Selanjutnya sekali lima belas hari buku tersebut diganti dengan buku lainnya secara berkelanjutan. Buku yang diantar kerumah warga telah melalui proses pemetaan oleh petugas pustaka. Misalnya buku apa yang cocok untuk warga tersebut sebagai petani atau pedagang dari penghuni rumah.

baca juga: Wagub Sumbar: Pelaksanaan PPKM Belum Maksimal

Ketua Tim Penilai Lomba Perpustakaan Umum (Desa/Nagari/Kelurahan) Tingkat Nasional Teuku Syamsul Bahri mengatakan program Buku Bergulir yang diterapkan Pustaka Saok Laweh satu-satunya di Indonesia dan harus menjadi percontohan provinsi lain dalam meningkatkan minat baca masyarakat. Selama ini katanya perpustakaan baru menerapkan program buku melalui mobil pustaka dan stay di tempat tertentu untuk dikunjungi pembaca.

"Ini terobosan baru, beda dari yang lain dan satu-satunya di Indonesia yang kami temui. Bagaimana mana buku benar-benar sampai ke tangan masyarakat," ujarnya, Selasa, 17 Juli 2018.

baca juga: Pekan Ini, Sumbar Terima 30 Ton Liquid Oksigen dari Pekanbaru

Menurutnya, Persolan hari ini adalah bagaimana membuat program sekreatif mungkin agar buku di baca masyarakat. Karena kadang kala bukan karena minat masyarakat yang rendah untuk membaca tetapi karena kesempatan untuk mengakses buku terbatas.

"Pustaka juga begitu, jangan statis. Program ini membuktikan pustaka itu aktif tidak hanya menunggu pembaca di ruang pustaka. Apalagi program ini sangat cocok untuk masyarakat yang tinggal di tingkat kelurahan atau nagari," katanya.

baca juga: Pelaku Pembakaran Ranmor Warga Sumpur Divonis 11 Bulan Penjara

Syamsul mengatakan untuk mendukung semua itu harus ada kerja sama yang apik di setiap lembaga perpustakaan mulai dari tingkat nagari yang menganggarkan dana desa untuk perpustakaan , perpustakaan Kabupaten dan Kota, dan Provinsi serta tokoh masyarakat. Sebab pustaka harus di tunjang oleh jumlah koleksi, petugas perpustakaan dan kebutuhan lain yang bisa menarik pengunjung atau berupa materi sehingga petugas bertahan dalam melanjutkan program.

"Meningkatkan minat baca di Indonesia menjadi tanggungjawab bersama dan butuh dukungan dari berbagai pihak," katanya.

baca juga: Pengantin Diarak Offroader, Verry Mulyadi: Kekompakan Seperti Inilah yang Harus Dijaga, Jangan Kasih Kendor

Setelah proses penilaian ke Pustaka Saok Laweh akan diadakan penilaian berupa persentasi dari perwakilan pustaka tersebut di Jakarta. "Setelah ini baru kami tetapkan posisi berapa yang layak untuk pustaka kreatif ini," ujarnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar Alwis mengatakan, program yang dilaksanakan Pustaka Saok Laweh Solok merupakan tindak lanjut dari program Sumbar Menbaca yang dicanangkan tahun lalu sebagai pendongkrak minat baca masyarakat Indonesia khususnya Sumbar .

"Jika ini akan menjadi percontohan di Indonesia tentu kami sangat bangga sekali, dan menurut saya layak. Sebab, ini program yang memang bersentuhan dengan masyarakat," ujarnya.

Penilaian Pustaka Saok Laweh Solok juga dihadiri Ir. Ahmad Adli Harahap, M.Si (dari Kementarian Dalam Negeri sebagai anggota Tim) Nur Widyastuti, SH ( Perpustakaan Nasional RI), serta beberapa perwakilan dari Kabupaten Solok .

Joni Abdul Kasir

Penulis: Ramadhani