Gempa Solok, 40 Unit Rumah di Danau Kembar Rusak

Rumah terdampak gempa di Solok.
Rumah terdampak gempa di Solok. (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Jumlah rumah rusak terdampak gempabumi dengan kekuatan 5.4 SR yang terjadi Sabtu, 21 Juli 2018 sore pukul 14.58 WIB di Kabupaten Solok, Provinsi Sumbar, terus bertambah.

Bahkan di Nagari Simpang Tanjung Nan IV, Kecamatan Danau Kembar, yang merupakan daerah paling parah terdampak gempa,  rumah rusak berjumlah 40 unit.

Dari jumlah tersebut, 9 rumah di antaranya mengalamibrusak berat dan tak bisa untuk tempati. Sedangkan rusak sedang sebanyak 20 unit rumahbdan rusak ringan 11 unit.

"Ini masih data sementara yang kami himpun hingga siang tadi," kata Wali Nagari Simpang Tanjung Nan IV, Jamaris kepada saat ditemui di kantornya, Minggu sore.

Lokasi paling parah terdampak, lanjutnya, terdapat di Jorong Kapalo Danau Bawah. Sedangkan sisanya tersebar di beberapa jorong yang ada di Nagari Simpang Tanjung Nan IV. "Selain rumah rusak, juga ada tiga musala yang mengalami rusak sedang," ujarnya.

Jamaris pun berharap agar pemerintah segera menyalurkan bantuan untuk korban terdampak gempa berupa sembako dan tenda. Namun yang paling dibutuhkan warga, adalah material bangunan untuk memperbaiki rumah warga yang rusak.

"Di sini daerahnya dingin. Kalau pakai tenda kasihan kita sama warga, kedinginan mereka. Jadi yang paling kami harapkan itu material bangunan agar rumahbwarga yang terdampak bisa segera direnofasi," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa di Nagari Simpang Tanjung Nan IV ini, juga terdapat dua orang korban luka ringan tertimpa reruntuhan bangunan. "Kedua korban itu telah dibawa ke Puskesmas Nagari Simpang Tanjung Nan IV," imbuhnya.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan sejumlah pejabat di lingkungan Kabupaten Solok, lanjutnya, tadi siang sudah datang kesini dengan membawa bantuan logistik dari BPBD dan Dinas Sosial berupa sembako, paket sekolah, peralatan dapur, dan makanan ringan.

Sedangkan bantuan tenda untuk Nagari Simpang Tanjung Nan IV, hingga kini belum ada diterima. Jamaris berharap agar bantuan tenda juga segera didistribusikan, karena saat ini sebagian warga yang rumahnya tak layak ditempati, masih tidur di tenda yang mereka dirikan.

Sedangkan sebagian lainnya, untuk sementara terpaksa tidur di rumah saudaranya yang bangunannya tidak rusak akibat gempa. "Selain dari BPDD dan Dinas Sosial, bantuan lainnya yang sudah masuk berasal dari komunitas Teruci," beber Jamaris.

Salah satu warga yang tinggal di Jorong Kapalo Danau Bawah bernama Santi, menyebut bahwa saat ini, rumahnya yang baru saja selesai dibangun awal 2017 lalu tak bisa lagi ditempati, karena sebagian dinding depan roboh.

Kemudian, lanjutnya, beberapa tembok rumah juga rengkah hingga selebar 15 sentimeter. Untuk saat ini, wanita l 36 tahun itu bersama suami dan empat orang anaknya, tidur sementara di tenda yang sengaja didirikan si depan rumahnya.

"Tenda kami dirikan pakai terpal yang dipinjamkan tetangga. Karena sampaibsaat ini kami belum dapat tenda. Semalam kami kedinginan tidur di tenda terbuka ini. Kami berharap, Presiden Jokowi memberikan bantuan berupa material bangunan agar rumah kami bisa direnovasi," harapnya.(*)

Baca Juga

Penulis: Riki Suardi