Adiknya Ditangkap KPK, Zulkifli Hasan Minta Maaf

Zulkifli Hasan
Zulkifli Hasan (Net)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) menangkap sebanyak 12 orang tersangka korupsi . Semuanya merupakan pejabat teras Kabupaten Lampung Selatan dan sejumlah pihak swasta.

12 orang tersangka itu ditangkap dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan ( OTT ) yang dilakukan lembaga anti rasuah tersebut sejak Kamis 26 Juli 2018 malam. Salah satu dari tersangka terdapat Bupati Lampung Selatan, ZH yang diduga terlibat dalam praktek korupsi itu.

baca juga: Erick Thohir Sebut Ada 53 Kasus Dugaan Korupsi di BUMN, Reaksi KPK?

Baca Juga:  Amankan Uang Rp700 Juta, KPK Tangkap Adik Zulkifli Hasan

Tersangka ZH sendiri merupakan adik kandung dari Ketua MPR Zulkifli Hasan . Dikutip dari Suara.com-jaringan KLIKPOSITIF , Zukifli mengaku bahwa ia prihatin dengan hal tersebut.

baca juga: KPK: Bupati Kutai Timur Terima Fee Rp2,1 Miliar dari Proyek Pendidikan

Sebab, ia dan saudaranya itu dididik untuk selalu berbuat jujur. "Sebagai kakak, saya memohon maaf kepada masyarakat Lampung Selatan khususnya dan seluruh masyarakat Lampung atas apa yang terjadi," katanya dalam sebuah keterangan pers.

Baca Juga:  OTT , KPK Tangkap 12 Pejabat Pemerintah Lampung Selatan

baca juga: KPK Tangkap Seorang Kepala Daerah dalam OTT di Kaltim

Zulfkifli menyerahkan seluruh proses hukumnya kepada KPK . Selain itu, ia pun berpesan kepada adik kandungnya untuk bersikap kooperatif selama pemeriksaan.

"Saya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada KPK . Saya percaya KPK akan bertindak professional. Kita ikuti proses hukum dan saya minta ke Adinda Zainuddin untuk kooperatif," ujarnya.

baca juga: Ketua KPK Rayakan Hari Bhayangkara, Ini Kata ICW

Untuk diketahui, Tim Satuan Tugas Divisi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) kembali melakukan operasi tangkap tangan ( OTT ), Kamis hingga Jumat 27 Juli 2018 dini hari.

Hal itu disampaikan oleh Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi oleh wartawan. Agus mengatakan dalam OTT tersebut KPK juga turut mengamankan uang Rp700 juta.

Uang tersebut diduga dipakai sebagai alat transaksi antara beberapa pihak tersebut terkait proyek infrastruktur.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa