Gelombang Tinggi, Nelayan Sumbar Diminta Tidak Melaut

Ilustrasi gelombang laut
Ilustrasi gelombang laut (PIxabay)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur memprediksi gelombang laut di perairan Samudera Hindia pada Jumat 27 Juli 2018 berkisar antara 3 hingga 4 meter.

Gelombang tinggi tersebut diperkirakan akan melanda Kepulauan Mentawai, Perairan Enggano - Bengkulu, dan Samudera Hindia Barat Bengkulu. Kondisi itu kemudian didukung dengan kecepatan angin yang mencapai 20 knot.

baca juga: Hari Ini Kasus COVID-19 di Pessel Jadi 181, Meninggal 6 Orang

Dengan kondisi seperti itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Sumbar mengimbau untuk tidak melakukan aktifitas di laut, seperti menangkap ikan dan pelayaran dengan kapal kecil.

"Kami menghimbau terutama bagi masyarakat yang tinggal dipinggiran pantai yang berprofesi sebagai nelayan tidak melaut," kata Kalaksa BPBD Sumbar , Erman Rahman, Jumat, 27 Juli 2018 di Padang.

baca juga: KPU Kota Solok Tetapkan Tiga Calon Peserta Pilkada 2020

Kemudian, ia juga meminya bagi warga yang rumahnya dekat dari pantai selalu waspada akan banjir Rob yang beberapa hari ini terjadi. "Utama keselamatan nyawa, selalu waspada karena cuaca ekstrim ," ujar dia.

Untuk diketahui, sejauh ini gelombang tinggi telah merusak sebanyak 18 unit rumah di Kelurahan Ulakkarang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, rusak dihantam banjir rob lima hari terakhir.

baca juga: Kapolres Ingatkan Tentang Maklumat Kapolri di Pilkada Pessel, Jika Tidak Siap-siap Disanksi Tegas

Tak hanya di Kota Padang, di Pesisir Selatan, perahu nelayan setempat rusak akibat dihantam ombak, kemudian di Kenagarian Pasir Ganting Kecamatan Air Banjir Rob merobohkan pondok nelayan . Dilaporkan juga, kawasan Tiku, Kabupaten Agam, pantai di sana abrasi akibat gerusan ombak.

[Joni Abdul Kasir]

baca juga: Tiga Paslon di Pessel Ditetapkan, KPU Minta Tim Segera Urus Ini

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa