Adiknya Ditangkap KPK, Ketua PAN : Karena Partai Tak Punya Uang

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Suara.com)

KLIKPOSITIF -- Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai, peran konstitusi masih lemah dalam mencegah praktek korupsi di Indonesia. Hal itu ia ungkapkan karena tidak ada undang-undang yang mengatur tentang pendanaan partai.

Zulkifli menjelaskan, partai politik masih harus mencari dana secara mandiri, padahal untuk menjalankan sebuah partai dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Alasan itu yang menurutnya memicu adanya korupsi .

baca juga: 16 Paket Besar Ganja Kering Disita, Empat Pelaku Dibekuk di Pasbar

"Partai politik tidak boleh cari uang, tapi biayanya tinggi dan tidak ditanggung negara. Jalan keluarnya bagaimana? Kalau tidak, habis nanti orang-orangnya ditangkap KPK," kata Zulkifli dalam diskusi bertajuk 'Quo Vadis Konstitusi Kita' di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (4/8/2018), dilansir dari Suara.com jaringan KLIKPOSITIF .com.

Menurutnya, harus ada perombakan dalam pengaturan ketatanegaraan. Mengenai kondisi Indonesia terkini, di mana korupsi semakin merajalela, harus dibantu peraturan-peraturan yang kekinian sehingga dapat membantu jalannya transparansi.

baca juga: Pelajaran Sejarah Tidak Lagi Wajib?, Wakil Ketua MPR Sarankan Nadiem Makarim Kembali Belajar

"Atau perlu penyempurnaan menurut para pakar perlu disempurnakan misalnya sistem ketatanegaraannya, sistem politik , sistem pemilu, sistem pilpres dan lainnya," ujarnya.

Untuk diketahui, baru-baru ini , Bupati Lampung Selatan Zainuddin Hasan dicokok KPK. Zainuddin merupakan adik kandung dari Zulkifli Hasan.

baca juga: Ini Pengakuan Ibu Pelaku Penusakan Syekh Ali Jaber Tentang Kondisi Anaknya

Zainuddin diduga atas kasus suap untuk memuluskan pro‎yek infrastruktur di lingkungan Pemda Lampung Selatan. Saat diamankan, KPK turun mengamankan uang Rp 700 juta. (*)

Penulis: Eko Fajri