Pengamat Nilai Perolehan Suara Jokowi-Ma'aruf di Sumbar Dipengaruhi Pembangunan dan Isu Islam Nusantara

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pengamat Politik Unand , Aidinil Zetra menilai, strategi Joko Widodo memilih Ma'aruf Amin tidak akan menaikkan posisi tawar bagi pemilih, terutama di Sumatera Barat. Hal itu tidak terlepas dari mengapungnya isu Islam Nusantra.

"Ma'aruf Amin sebagai pemimpin Muslim konservatif, sekaligus pendukung konsep Islam Nusantara di MUI, diperkirakan tidak terlalu berpengaruh terhadap pemilih di Sumatera Barat," kata Aidinil, pada KLIKPOSITIF , Sabtu 11 Agustus 2018.

baca juga: Empat Strategi Ganefri dalam Bangun UNP Empat Tahun Kedepan

Dalam kondisi seperti ini, katanya akan sulit membatasi pengaruh ulama terhadap perilaku memilih umat dengan isu Islam Nusantra ini dalam pemilu ke depan.

"Para Ulama Minangkabau beberapa waktu lalu justru secara tegas menolak konsep Islam Nusantara . Jadi saya memperkirakan kecil kemungkinan ulama Sumbar akan memberikan dukungan terhadap Ma'ruf Amin sebagai cawapres," nilainya.

baca juga: Objek Wisata Jembatan Pelangi di Pariaman Diresmikan, Tiket Cuma Rp2.000

Kontra dengan Aidinil, pengamat politik Unand lainnya, Asrinaldi justru berpendapat lain. Dia menilai, masyarakat Sumbar tidak akan terlalu banyak menafsirkan isu Islam Nusantra, namun lebih cenderung melihat fakta yang telah diberikan pasangan Ma'aruf Amin yakni Jokowi untuk pembangunan Sumbar .

"Persoalan pilihan bagi pemilih Sumbar adalah persoalan figur yang muncul ke depan. Memang ada beberapa kelompok masyarakat yang mengaitkan isu agama. Saya meyakini itu tidak terlalu banyak. Yang dominan justru melihat apakah pemimpin yang mereka pilih bisa memberi efek pada kesejahteraan masyarakat," ungkap Asrinaldi, Sabtu 11 Agustus siang.

baca juga: 99 Daerah Kini Masuk Zona Hijau

Menurutnya, masyarakat justru lebih melihat isu pembangunan yang telah dilakukan Jokowi bagi Sumbar . Hal itu akan memunculkan simpati masyarakat di Sumbar . Pasalnya, walaupun kalah di pemilu 2014, namun Jokowi masih cukup perhatian.

"Dan itu memang diapresiasi positif. Kebijakan Jokowi yang tidak pernah terbayangkan oleh masyarakat Sumbar . Kalau diindahkan, tentu masyarakat akan berfikir rasional. Saya yakin dan percaya isu Islam Nusantra, tidak terlalu dominan bagi pemilih Sumbar . Apa yang diberikan Jokowi untuk Sumbar dua tahun terakhir menjadi pertimbangan. Paling tidak suara Jokowi akan meningkat di Sumbar ," pungkasnya. [Cecep Jambak]

baca juga: 32 Personel Polisi Resor Pasbar Naik Pangkat

Penulis: Eko Fajri