Harimau Nampakkan Diri di Kota Padang, Ketua RT: Diduga Karena Warga Langgar Pantangan

Warga menunjukkan lokasi terlihatnya harimau di Kota Padang
Warga menunjukkan lokasi terlihatnya harimau di Kota Padang (KLIKPOSITIF/ Cecep Jambak)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Warga Batu Busuk Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh diresahkan dengan kehadiran Harimau Sumatera (panthera tigris) di tengah perkampungan, yang diduga telah terjadi sejak satu minggu terakhir.

Tak hanya menampakkan diri, mamalia karnivora ini sudah memangsa hewan ternak seperti kambing dan itik.

baca juga: Ada 17 Penambahan Positif COVID-19 di Sumbar per 3 Agustus 2020

Pemilik ternak, Yohanas mengungkapkan, tiga ekor kambing dan dua ekor itik telah dimakan harimau. Terbaru terjadi pada Kamis 16 Agustus 2018 dini hari, yang memangsa satu kambing betina.

"Sebelumnya anak kambing juga sudah dimangsa. Kalau itik entah berapa ekor," ungkap Anas, sapaan Yohanas.

baca juga: Viral Wanita Bakar Bendara Merah Putih, Ngaku Diperintah Pimpinan PBB

Anas menyebut, untuk menjaga ternaknya, dia bersama warga sempat berjaga-jaga di lokasi kandang. Namun, kehadiran warga tidak membuat harimau menjauh, justru memperlihatkan diri dan terus berkeliaran.

"Yang buat kami resah, harimau ini tidak takut dengan kehadiran kami. Kadang duduk di bawah jemuran, melintas di balik rumpun pisang. Paling sekitar lima meter dari kami. Kami usir, namun tidak mau lari. Tingginya sepinggang, panjangnya lebih dari semeter," sebutnya.

baca juga: Prabowo Teken Dukungan Gerindra untuk Gibran Jadi Wali Kota Solo

Anas yang mengerti aturan, tidak mau menyakiti hewan dilindungi tersebut untuk mengusir. Namun dia berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap ternaknya yang sudah mati dimangsa.

"Kalau dibunuh tentu saya melanggar, saya tau hewan ini dilindungi. Saya harap ada perhatian dari pemerintah," harapnya.

baca juga: Akibat Pandemi, Deflasi Juli Capai 0,10 Persen

Ketua RT IV RW III Kelurahan Lambung Bukik, Abdurrahman menyebut, teror harimau sudah terjadi sepekan lalu. Pertama kali dilihat oleh warga yang pulang dari ladang.

"Kehadirannya sangat meresahkan. Apalagi yang berprofesi ke ladang. Anak sekolah saja hari ini takut turun pergi sekolah," ujarnya.

Sementara itu ketua RW III Januar Z menyebut, diduga kehadiran harimau itu karena adanya pantangan yang dibuat oleh masyarakat. Pantangan itu adalah membuat pondok di atas batang kayu yang sudah ditebang.

"Itu kan memang pantangannya. Jangankan membuat pondok, duduk saja di atas pokok kayu yang ditebang tidak boleh. Untuk itu, warga kembali merobohkan pondok itu. Kami berharap dengan menghindari larangan itu, harimau bisa pergi," ungkapnya. [Cecep Jambak]

Penulis: Eko Fajri