Informasi Hoax Terkait Gempa Bertebaran di Jejaring Sosial, Jangan Sebarkan!

()

KLIKPOSITIF -- Berbagai informasi hoax terkait gempa terus menyebar di berbagai jejaring sosial. Meski informasi tersebut telah diklarifikasi, namun informasi tersebut masih tetap menyebar tanpa terkendali. 

Salah satu informasi hoax tersebut adalah informasi yang menyebutkan jika PLN memasang perangkat deteksi gempa dini.

baca juga: Tangkal Hoaks, DPR Minta Kemenkominfo Edukasi Masyarakat

"PLN sementara memasang perangkat deteksi dini gempa malam ini. Himbauan jika tiba-tiba mati lampu, kemudian setelahnya ada tanda lampu kedap-kedip tiga kali. Segera SEMUA KELUAR RUMAH KARENA GEMPA kemungkinan dengan intensitas sangat tinggi terjadi." tulis informasi tersebut.

Informasi ini telah diklarifikasi pihak PLN dan menyatakan bahwa PLN tidak pernah membuat pernyataan tersebut dan menyebut jika informasi tersebut tidak benar alias hoax .

baca juga: Fadli Zon Semprot Staf Ahli Kemenkominfo: Kita Harus Bedakan Hoaks dan Percakapan

Bahkan hingga Sabtu 25 Agustus 2018 ini, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, terus memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak menyebar infromasi hoax .

"Peringatan akan terjadi gempa di Jakarta dan Jawa Barat adalah HOAX . Jangan percaya dan jangan resah. Tak ada satu negara dan organisasi resmi di dunia yang mampu memprediksi gempa secara pasti. Jika menerima informasi semacam ini abaikan. Jangan ikut menyebarkan. Segera hapus," tulis Sutopo di akun twitter-nya.

baca juga: Warga dan Perantau Minang 'Panas Hati' Nasrul Abit Difitnah Keturunan PKI

Tak hanya itu, informasi hoax tentang Gempa Lombok juga masih tersebar.

"Lombok dalam sehari ini sudah dilanda Gempa sebanyak 3x dengan kekuatan 6,5 - 6,0 - 7,0 SR jika Gempa berkelanjutan hingga besok maka perkiraan BMKG mengenai MEGATHRUST Pulau Jawa sangat mungkin terjadi khsusnya Jakarta yg diperkirakan besarnya mencapai 8,9SR," tulis info hax yang tersebar.

baca juga: Pemerintah: 2.020 Hoaks Beredar di Medsos Terkait Covid-19

Sutopo menyebut informasi ini sangat meresahkan warga.

"Informasi menyesatkan dan meresahkan masyarakat semacam ini makin tersebar luas. Hoax ini telah menyebar bukan hanya di Lombok. Tetapi di banyak daerah di Indonesia. Dimohon masyarakat yang memperoleh informasi semacam ini abaikan. INI HOAX . Jangan ikut menyebarkan," jawab Sutopo. (*)

Penulis: Iwan R