Ditawarkan Investasi Internet, Bali Butuh Infrastruktur

Ditawarkan Investasi Internet, Bali Butuh Infrastruktur
Ditawarkan Investasi Internet, Bali Butuh Infrastruktur (http://corporate.comcast.com/)

KLIKPOSITIF - Vice President, External Affairs Greater Chicago Region, Matthew Summy menyambangi Gedung DPRD Bali . Kehadiran Matthew untuk menjalin kerja sama di bidang teknologi internet. Di hadapan fraksi-fraksi di DPRD Bali , Matthew memaparkan portofolio perusahaannya.

Ia mengungkapkan bahwa perusahaannya men-support bisnis berbasis aplikasi. "Saat ini kami menguasai pasar Amerika Serikat. Sejak enam tahun belakangan ini kami mengekspansi ke Singapura. Kami konsen ke pengembangan internet," kata Matthew mempresentasikan profil bisnisnya, Senin 4 April 2016.

baca juga: Ini yang Dibahas Jokowi Saat Bertemu dengan Presiden Amerika

Ia tak segan menyuntikkan investasi segar untuk mengembangkan teknologi baru ke suatu perusahaan. "Bisnis berbasis aplikasi itu yang kita support," ucapnya.

Belum selesai memaparkan portofolio bisnisnya, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Bali , I Wayan Adnyana menyela jika infrastruktur bisnis berbasis internet belum dibutuhkan oleh publik Bali . Saat ini, hal mendesak yang segera ingin diwujudkan oleh masyarakat Bali adalah jalan lintas yang menghubungkan Denpasar-Buleleng.

baca juga: Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Akan Buka Penerbangan Internasional, Ini Kata Presiden Jokowi

"Jalan tol dan jalan lintas Denpasar-Buleleng itu yang dibutuhkan masyarakat Bali saat ini," kata dia. Jika mendorong investasi di sektor internet, Adnyana meminta Matthew menghubungi Perusahaan Daerah (Perusda) yang saat ini tengah berupaya merancang pusat perkantoran. "Silakan dikoneksikan dengan Perusahaan Daerah. Mereka memang sedang merancang pusat perkantoran," katanya.

Sementara itu, Matthew kembali memaparkan jika kehadirannya untuk membuat hubungan RI dan AS semakin baik. "Tujuan utama kunjungan saya adalah menjalin hubungan baik RI-AS, juga untuk melihat potensi ekonomi yang mendukung sektor pariwisata dan lainnya," papar dia.

baca juga: Ngejot, Tradisi Berbagi Umat Muslim dan Hindu di Bali

Sejauh ini, kata Matthew, Bali memang sudah mendunia. Namun, saat ia melihat secara langsung pulau yang tersohor dengan industri pariwisatanya itu, ternyata banyak hal yang belum dieksplorasi. Misalnya sistem subak. "Itu sektor yang perlu dikembangkan dan disiarkan di dunia, bahwa Bali bukan hanya sekadar pariwisata, tapi banyak sektor lain yang perlu dikembangkan," sarannya.

Bagi dia, ada banyak kesamaan persoalan antara Bali dan Amerika , khususnya dalam bidang infrastruktur. "Kuncinya perlu kepemimpinan. Itu yang perlu difahami dan didorong. Kalau Amerika dan Bali bisa saling memahami, ke depan banyak peluang yang bisa tumbuh," tutupnya.

baca juga: Remaja yang Bersedia Divaksin di AS, Dapat Hadiah Airpods

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PDIP, Dewa Gede Mahadyana mengaku kunjungan Matthew ke Bali sangat berarti, utamanya dalam melihat masalah. "Masalah yang sama antara AS dan Bali di antaranya pendidikan semakin mahal, infrastruktur yang tua, perlu direnovasi, kebebasan publik menyampaikan aspirasi, imigrasi, yakni kedatangan penduduk. Kita di Bali kedatangan antardaerah dan mobilitas penduduk, karena tidak berkembang ekonominya," jabarnya.

[Bobby Andalan]

Penulis: Fitria Marlina