Tertibkan PKL, Petugas Pol PP Padang Malah Dihadang Warga Pakai Senjata

Seorang warga tampak mengeluarkan senjata tajam ketika petugas Satpol PP Padang sedang menertibkan PKL di jalan Ahmad Yani
Seorang warga tampak mengeluarkan senjata tajam ketika petugas Satpol PP Padang sedang menertibkan PKL di jalan Ahmad Yani (Istimewa)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang melakukan penertiban pedagang kaki lima ( PKL ) yang berjualan di jalan Ahmad Yani, Senin 27 Agustus 2018 siang.

Penertiban dilakukan karena pedagang menggunakan bahu jalan dan diduga telah menganggu Perda nomor 11 tahun 2005 tentang Ketertiban Umum.

baca juga: Pemko Padang Klaim Telah Putus Penyebaran COVID-19 di Klaster Pasar Raya Padang

Namun ternyata, proses penertiban pedagang tidak berjalan lancar. Puluhan petugas yang mendatangi pedagang tersebut malah dihadang oleh warga yang membawa senjata tajam.

"Diduga warga tersebut merupakan oknum yang membekingi pedagang di lokasi tersebut," kata Kepala Bidang Tibum Pol PP Padang , Erios Rahman.

baca juga: Dalam Masa Pandemi, 10 Ribu Orang Akan Berkumpul Saat HUT Kota Padang

Hanya saja, penghadangan yang dilakukan warga tersebut tidak berlangsung lama. Sebab, petugas yang ada di lokasi langsung membekuk oknum warga itu dan menyerahkannya pada pihak kepolisian.

"Warga itu kami amankan lalu diserahkan ke Polresta Padang atas dugaan tindakan kriminal karena menggunakan senjata tajam tersebut," sebut Erios.

baca juga: Bantu Atasi Krisis Darah, Dinas Perdagangan Adakan Kegiatan Donor Darah

Tidak lama kemudian, penertiban dilanjutkan. Selain di jalan Ahmad Yani, petugas penegak Perda itu juga melakukan penertiban PKL di jalan Permindo-kawasan Pasar Raya Padang .

"Di jalan Ahmad Yani, kami menertiban satu pedagang , sedangkan di jalan Permindo ada tujuh pedagang ," paparnya.

baca juga: PMI Padang Krisis Darah Selama Pandemi

Proses penertiban pedagang menyita perhatian warga yang ada di sekitaran lokasi. Akibatnya lalulintas yang ada di sekitaran lokasi penertiban sempat tersendat beberapa saat.

[Halbert Chaniago]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa