Petani Karet di Pessel Mengeluh Saat Harga Naik, Ini Penyebabnya

Petani karet di Pessel.
Petani karet di Pessel. (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri Priatama)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Petani karet di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengharapkan adanya perhatian pemerintah untuk mendukung proses petani saat tanam dan panen karet di daerah itu. Sebab, 73 tahun Indonesia merdeka, petani karet di daerah ini belum merasakan kesejahteraan dari hasil tani mereka.

M. Dawar Lenje (58) salah satunya, seorang petani karet di Kampung Lumpo, Nagari Balai Sanayan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan yang mengakui hal tersebut. Sudah 10 tahun bertani karet, belum sekalipun pernah menerima bantuan pemerintah untuk menggenjot hasil pertanian mereka lakukan di daerah itu.

baca juga: Siburman Rajo Hitam Dinobatkan Menjadi Raja Adat Air Haji

"Kami sebagai petani karet , tentu sangat menginginkan adanya perubahan terhadap cara pola pertanian kami. Selain harga naik, kebutuhan hidup setara dengan hasil panen kami," sebut M. Dawar Lenje (58) saat berbincang bersama KLIKPOSITIF , Senin 27 Agustus 2018.

M. Dawar Lenje mengatakan, berprofesi sebagai petani karet , saat ini dirinya belum pernah merasakan kesejahteraan. Belum terhadap hasil jual panen mereka, bantuan alat untuk menggenjot cara pengelolaan proses tanam dan panen mereka masih belum ada dan jauh dari kemajuan teknologi saat ini.

baca juga: Terciduk, Seorang Warga Pessel Diamakan Polisi Saat Transaksi Narkoba

"Kebun kami sudah banyak yang semak (tidak terkelola) dan tidak terurus lagi. Sebab, selain harga lemah (karet), cara pengelolaan juga masih menggunakan yang lama dan tidak berbanding dengan kemajuan teknologi yang ada," terangnya.

Menurutnya, harga di tingkat petani karet di daerah sudah mulai merangkak naik. Namun, kenaikan itu masih belum signifikan dengan hasil tani yang mereka upayakan. Katanya, saat ini harga karet perkilogramnya berada di harga Rp7.000, naik Rp1000 dari harga sebelumnya.

baca juga: Kasus COVID di Pessel Bertambah 9 Orang, 5 Diantaranya Petugas RSUD Painan

Harga ini sendiri mulai merangkak baru dalam dua minggu belakangan. "Sementara, untuk kebutuhan yang kami keluarkan jauh dari kata cukup. Kalau dapat, kami ingin harga karet bisa naik lagi," terangnya.

Murahnya harga karet di pasaran juga seiring dengan hasil karet di Kabupaten Pesisir Selatan. Hal itu disebabkan karena pengelolaan karet hanya dilakukan oleh sedikit orang. "Kalau dulu kita bisa membayar jasa banyak petani untuk mengelola kebun ini, sekarang tidak bisa lagi," sebutnya.

baca juga: Kasus Terus Bertambah, Tim Gugus COVID Pessel Siapkan Tim Penanganan Jenazah

Dengan kondisi harga karet di daerah itu, katanya, pemerintah hendaklah mendorong petani. Sebab terjangkaunya harga, pengelolaan panen yang baik sangat dibutuhkan untuk menggenjot hasil panen.

"Jika ada bantuan alat (modernisasi) akan lebih baik, setidaknya apa yang kami lakukan sekarang ini bisa menunjang hasil pertanian kami," pungkasnya.

[Kiki Julnasri Priatama]

Penulis: Agusmanto