Realisasi Pemberian Vaksin MR di Payakumbuh Sudah 17 Persen

Ilustrasi
Ilustrasi (Antara Foto)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -- Realisasi pemberian vaksin Measles Rubella (MR) di Kota Payakumbuh yang baru mencapai 17,88 persen dari total 39 ribu anak yang akan diimunisasi. Pencapaian tersebut dinilai sudah cukup baik oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Payakumbuh , Elzadaswarman.

Menurutnya, salah satu masalah yang saat ini dihadapi oleh petugas di lapangan masih terkait dengan sertifikasi halal haram untuk vaksinnya.

baca juga: Pementasan Carito Minangkabau Bakal Hadir di Payakumbuh

"Masalah yang kami hadapi masih terkait halal haram itu. Kita tetap maksimalkan dan berdasarkan rekomendasi MUI, kami tidak bisa memaksa orang apabila menolaknya," kata Elzadaswarman kepada KLIKPOSITIF , Jumat 31 Agustus 2018.

Sementara itu dari sisi petugas, Elzadaswarman memastikan tidak ada permasalahan, petugas yang diturunkan jumlahnya cukup memadai dengan demikian juga dengan ketersedian vaksin sendiri.

baca juga: Kebutuhan Operasional Meningkat, Usaha Ternak Ayam Modern di Payakumbuh Tambah Daya Listrik

"Untuk total di Kota Payakumbuh terdapat 39 ribu anak yang akan diimunisasi, sudah jalan sebanyak 17,88 persen itu sudah bagus. Saya sebagai kepala dinas tidak pernah menstop, jalankan terus," ulas dia.

Ia menjelaskan beberapa sekolah di Payakumbuh tetap menolak pemberian vaksin MR terhadap siswanya dengan alasan belum adanya sertifikasi halal dari MUI.

baca juga: Bakti Sosial Lapas Kelas II B Payakumbuh, Bagi Bingkisan dan Aksi Donor Darah

"Sekolah-sekolah swasta Agamis di Payakumbuh juga cukup banyak. Mereka umumnya menolak dengan alasan tersebut," terangnya.

Selanjutnya, DKK Payakumbuh akan terus melanjutkan pemberian vaksin sampai dengan September nanti. Diakuinya, rekomendasi dari MUI yang memperbolehkan pemberian vaksin MR juga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap jumlah anak yang mau diimunisasi.

baca juga: Angkut Beras Dengan Armada Berteknologi Canggih, ACT Penuhi Kebutuhan Pangan Payakumbuh dan Lima Puluh Kota

Elzadaswarman menerangkan, pemberian vaksin MR penting untuk mencegah beberapa penyakit, seperti cacat, buta, kelainan jantung, dan penyakit berbahaya lain.

"Kalau sertifikasi halalnya keluar saya yakin orang akan berpacu-pacu. Tapi saya yakin untuk keluarnya sertifikasi halal tentu akan memakan waktu yang lama. Sedangkan untuk pemberian vaksin ini akan berakhir September ini," pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, data dari Dinas Kesehatan Sumbar, pelaksanaan vaksin MR di Mentawai telah mencakup 56,53 persen dari jumlah anak yang ada di daerah tersebut.

Setelah Mentawai, cakupan tertinggi selanjutnya adalah Kabupaten Sijunjung sebanyak 36.58 persen, diikuti Kota Sawahlunto 36,51 persen, Kabupaten Solok (30,35 persen), Pessel (24,39 persen), Padang (19,53 persen), Solsel (18,46 persen), Payakumbuh (17,88 persen).

Kemudian Kota Padang Panjang (16,99 persen), Dharmasraya (14,61 persen), Pariaman (14,27 persen), Limapuluh Kota (14,17 persen), Pasbar (12,07 persen), Agam (11,74 persen), Tanah Datar (10,07 persen), Pasaman (9,30 persen), Kota Solok (8,53 persen) dan terendah Bukittingi baru 6,57 persen.

[Taufik Hidayat Kampai]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa