Cerita Pati Hari Yose yang Rela Jual 6 Vespa Demi Selamatkan Penyu

Pati Hari Yose
Pati Hari Yose (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Mengagumkan, seorang pemuda di Kota Padang bernama Pati Hari Yose (39) rela habiskan uang pribadi hingga puluhan juta Rupiah, hanya untuk menyelamatkan penyu di kawasan Pasir Jambak, Kota Padang -Sumbar.

Semenjak 2013 hingga 2018 ini, ada sekitar ratusan ribu telur penyu yang telah ia selamatkan dari tangan para warga penjual telur penyu .

baca juga: H-15 Kemerdekaan RI, Penjual Bendera Mulai Bermunculan

Awalnya Yose (panggilan Pati Hari Yose ) mengumpulkan telur penyu sendiri yang berada di sekitar pantai, tak jauh dari rumahnya. Kemudian ia melanjutkan aksi penyelamatan penyu dengan cara membeli telur penyu kepada warga pemburu telur penyu .

Yose menilai, lebih baik ia membeli telur penyu itu dari pada dibeli oleh orang lain untuk dikonsumsi (dimakan). Telur yang dibelinya lalu masuk ke penangkaran yang dibangunnya sendiri. Ketika telur itu menetas menjadi tukik, iapun melepas tukik tersebut, dengan harapan penyu tidak punah dan terus berkembang biak.

baca juga: Wali Kota Padang Imbau Warga Kibarkan Bendera Merah Putih Selama Sebulan Penuh

"Konservasi ini saya bangun sejak tahun 2013 lalu menggunakan dana pribadi dan belum ada campur tangan pemerintah di dalamnya," ujar Pati Hari Yose pada KLIKPOSITIF .

Lelaki berambut gondrong itu mengaku telah menjual enam unit sepeda motor vespa miliknya untuk menyelamatkan penyu , karena banyak telur yang harus dibelinya, belum lagi biaya operasional yang mencapai jutaan Rupiah.

baca juga: Kasus Positif COVID-19 Terus Terjadi, Pemko Padang Tetap Laksanakan Salat Idul Adha

"Iya, beberapa waktu lalu saya sudah menjual sepeda motor vespa milik saya untuk melanjutkan konservasi ini agar populasi penyu tidak terus menurun," lanjutnya.

Setelah lima tahun menggeluti konservasi tersebut, ia masih mencari pendanaan, bahkan kini berancana akan menjual satu unit mobil peninggalan ayahnya.

baca juga: Dapat Uang Insentif Rp14,9 Miliar Dari Pusat, Ini Rencana Pemko Padang

"Rencananya memang mau menjual mobil yang dulu diberikan papa dengan harga Rp42 juta dan saya telah memasang iklan di beberapa media sosial," lanjutnya.

Lelaki beranak satu itu mengaku sudah sangat terbentur untuk mencari dana dalam pengembangan konservasi tersebut.

"Ya, uangnya nanti untuk membeli pompa air asin agar tidak terlalu susah lagi mengangkut air menggunakan ember dari laut," sambungnya.

Ia mengatakan, dirinya telah menghabiskan uang puluhan juta Rupiah dalam misi menyelamatkan penyu tersebut.

"Kalau uang yang sudah dihabiskan saya tidak menghitungnya, karena saya menganggap ini adalah hal yang penting. Kalau bukan kita, siapa lagi," katanya.

Lelaki yang tinggal di rumah sederhana itu mengatakan bahwa dirinya sudah pernah mengajukan beberapa proposal baik kepada pemerintah, maupun Badan Usaha, tetapi tidak pernah ditanggapi.

"Kalau proposal yang diajukan sudah tidak terhitung lagi. Tapi tidak pernah mendapatkan dana dari nama pun," sambungnya.

Ia mengatakan, untuk mendapatkan uang pengelolaan lagi ia hanya memungut dana alakadarnya dari pengunjung yang ia ajak untuk melepaskan penyu di pantai.

"Kalau dari sumbangan yang ala kadarnya itu hanya sebagian kecil untuk kembali membeli telur penyu yang didapat oleh masyarakat sekitar sini," sambungnya.

Lelaki itu mengatakan, untuk konservasi itu ia mengeluarkan uang sebanyak Rp4 juta per bulannya dan itu telah berlangsung selama lima tahun belakangan.

"Jumlah itu saya keluarkan hanya untuk konservasi saja dan belum untuk kehidupan sehari-hari," sambungnya.

Sementara ia hanya membuka warung kopi di lokasi yang saat ini menjadi tempat wisata yang juga tidak terlalu ramai dikunjungi masyarakat.

"Yang penting cukup lah untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk konservasi ini," sambungnya.

[Halbert Caniago]

Penulis: Iwan R