Soal Dampak Pasca Imunisasi MR, Ini Penjelasan Dinkes Sumbar

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday memperhatikan Data Penderita MR di Sumbar.
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday memperhatikan Data Penderita MR di Sumbar. (Joni/Klikpositif)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu miring soal dampak dari Imunisasi Measles dan Rubella (MR) di Sumbar . Belakang memang ada beberapa kasus anak mengalami gejala tertentu setelah mendapatkan suntik MR di daerah tersebut.

Ada dua kasus di Sumbar yakni seorang siswi Kelas VI SD Negeri 01 Situjuah Ladang Loweh, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Vega (13) terserang virus Herpes usai mendapatkan Imunisasi MR pada Kamis (2/8/2018). Kemudian baru ini Iqbal (12) siswa SMP 20 Padang yang diduga terdampak akibat imunisasi MR dirawat di RSUP M Djamil Padang. Namun Merry memastikan itu bukan dampak atau akibat dari vaksin MR.

baca juga: Tak Punya Anggaran, Pemko Padang Tunggu Pinjaman untuk Perbaiki Traffic Light

"Pemeriksaan dokter di rumah sakit tidak ada dampak dari vaksin MR. Keterangan dokter yang menangani pagi ini dokternya langsung menemui saya dan mengatakan Iqbal sudah pulih dan bisa berjalan. Tadi dokter juga lihatkam video kondisi Iqbal yang sudah bisa berjalan," ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 4 September 2018.

Dijelaskannya, campak dan rubella di Sumbar sangat mengkhawatirkan. Data hingga Mei 2018 terdapat 9 penderita campak dan 22 orang penderita rubella (campak Jerman) dari 55 yang sampel yang dikirim ke Case Based Measles Surveillance (CBMS). Kemungkinan jumlah tersebut akan terus meningkat sebab campak dan rubella jenis penyakit yang menular.

baca juga: Pelaku Pelecehan Seksual di Pariaman Ditangkap Polisi

"Orangtua harus bijak, ini demi keselamatan anak - anak dan ibu hamil. Dampaknya MR sangat berbahaya bisa menyebabkan cacat pada anak seperti kebutaan, ketulian bahkan gagal otak. Untuk itu anak harus mendapatkan vaksinasi," ulas Merry.

Dilanjutkan Merry, umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.

baca juga: Tak Ada Lockdown di Guguak Tinggi Agam, Masyarakat: Situasi Aman Saja

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, seseorang anak juga bisa mengalami reaksi alergi sebagai efek samping vaksin rubella dan campak. Imunisasi atau vaksinasi adalah suatu tindakan pemberian zat yang berasal dari kuman, baik yang sudah mati ataupun yang dilemahkan.

"Jadi jelas, tidak ada risiko berarti dari vaksin MR ini. Orangtua jangan mau ditakut-takuti," ujarnya.

baca juga: Terus Berlanjut, Agam Tambah 2 Kasus COVID-19 Hari Ini

Diterangkan Merry, akibat dari tidak adanya pemahaman dari orangtua hingga saat ini cakupan kampanye MR baru diangka 19, 59 persen per 1 September 2018 dari target 62,9 persen. Kabupaten Kepulauan Mentawai tertinggi (61,75) dan Kota Bukittinggi terendah 6,57 persen.

Langkah yang dilakukan Dinkes untuk menggenjot capaian Imunisasi MR saat ini dengan menggiatkan dan menekan kepada petugas puskesmas atau posyandu di lapangan. "Mereka yang bersentuhan dengan masyarakat kami tekankan untuk betul-betul memberikan pemahaman dampak dari campak dan rubella ini. Ini pencegahan jangka panjang," tegasnya.

Terakhir, untuk mensukseskan target 95 persen atau sekitar 1,5 juta tervaksinisasi di Sumbar harus ada dorongan dari berbagai pihak, masyarakat, tokoh masyarakat alim ulama, cadiek pandai termasuk kepala daerah sebagai pemegang kebijakan.

"Semua unsur, kalangan dan golongan harus berperan agar anak kita selamat dari campak dan rubella," tukasnya.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Rezka Delpiera