Dinkes: Kasus Campak dan Rubela di Sumbar Terus Meningkat, Imunisasi MR Harus Gencar

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday menegaskan, dalam menjalankan Imunisasi Measles Rubella (MR) pihaknya menggunakan surat persetujuan orangtua sesuai dengan permintaan Majelis Ulama Indonesia Sumatera Barat (MUI Sumbar). Namun Dinkes juga menyimpan data orangtua yang tidak mau anaknya di Imunisasi .

Data tersebut discan dan digandakan kemudian disimpan, sebab jika terjadi sesuatu nanti pada anak yang tidak mau ikut imunisasi campak dan rubella pihaknya tidak disalahkan.

baca juga: Banyak Faktor Pengaruhi Pemulihan Ekonomi Global, Menkeu: Salah Satunya Vaksinasi dan Dukungan Fiskal

"Saya pesan kepada petugas dilapangan berikan surat itu kalau orangtua setuju berikan imunisasi , kalau tidak setuju simpan datanya, scan kemudian masukan dalam vcd sebagai bukti, jika suatu hari nanti kita disalahkan akibat campak dan rubella , ada buktinya," ujarnya, Kamis, 6 September 2018 di Padang.

Selain itu, Merry meminta petugas puskesmas atau posyandu yang berada dilapangan memberikan pemahaman kepada orangtua agar mereka mau mengikuti dan diberi vaksin kepada anak mereka.

baca juga: Kemenperin: Produk Olahan Singkong, Panganan dan Camilan Premium Digemari di Banyak Negara Eropa dan Amerika

"Campak dan rubella di Sumbar sangat mengkhawatirkan. Data hingga Mei 2018 terdapat 9 penderita campak dan 22 orang penderita rubella (campak Jerman) dari 55 yang sampel yang dikirim ke Case Based Measles Surveillance (CBMS). Kemungkinan jumlah tersebut akan terus meningkat sebab campak dan rubella jenis penyakit yang menular," jelasnya.

Dilanjutkannya, sebelumnya campak, namun beberapa tahun belakangan tren rubella (campak Jerman) mulai menyasar masyarakat di Sumbar. Tahun 2016, 32 orang positif rubella , tahun 2017 naik 50 persen.

baca juga: Ini Syarat Rumah Subsidi Hingga Dokumen Pendukung yang Perlu Anda Tahu

"Tahun Sekarang hingga Mei sudah 9 penderita campak dan 22 orang penderita rubella di Sumbar. Kemungkinan data ini akan terus naik sebab setiap kita yang tidak mendapatkan Imunisasi akan terus menularkan campak dan rubella ," ulasnya.

Dia berharap orangtua, dan semua kalangan termasuk kepala daerah harus mengambil peran dalam menyukseskan kampanye Imunisasi Measles Rubella di Sumbar.

baca juga: Tercatat 76.617 Pelajar Ikuti Kompetisi Sains Madrasah Sejak Awal Tahun

Diterangkan Merry, akibat dari tidak adanya pemahaman dari orangtua hingga saat ini cakupan kampanye MR baru diangka 19, 59 persen per 1 September 2018 dari target 62,9 persen. Kabupaten Kepulauan Mentawai tertinggi (61,75) dan Kota Bukittinggi terendah 6,57 persen.

"Ayo sama-sama kita berikan pemahaman kepada orangtua agar mereka mau anaknya di vaksin. Sudahlah soal halal haram kan sudah ada fatwa MUI dan belum ditemukan pengganti vaksin yang sekarang," tukasnya. (Joni Abdul Kasir)

Penulis: Eko Fajri