Jasad Terduga Teroris Dimakamkan di Kabupaten Solok

Kerabat dan warga memakamkan jasad almarhum terduga teroris Ica Ardeboran panggilan Rio di pandam pekuburan keluarga di Nagari Batu Banyak, Kecamatan Lembang Jaya.
Kerabat dan warga memakamkan jasad almarhum terduga teroris Ica Ardeboran panggilan Rio di pandam pekuburan keluarga di Nagari Batu Banyak, Kecamatan Lembang Jaya. (Istimewa)

SOLOK , KLIKPOSITIF -- Jasad terduga teroris bernama Ica Ardeboran yang tewas usai ditembak petugas beberapa hari lalu di Jawa Tengah, akhirnya dimakamkan di pandam pekuburan keluarganya di Nagari Batu Banyak, Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok -Sumbar, Jum'at, 7 September 2018 malam.

Dari pantauan KLIKPOSITIF di lokasi, jasad almarhum tiba sekitar pukul 20.00 WIB dengan menggunakan ambulance Baznas Kota Padang. Tak sempat diturunkan di rumah, jasad korban langsung dibawa ke pemakaman untuk dikuburkan.

baca juga: Tengah Transaksi Narkoba, Dua Orang Ditangkap di Pantai Cermin Solok

Jasad Ica Ardeboran yang lebih dikenal dengan panggilan Rio itu lansung didampingi oleh ibunya, Nilma beserta adiknya Santi Okta Maizar dan ikut diantarkan oleh kerabat dan warga sekitar.

Sebelumnya, pihak keluarga telah mempersiapkan kuburan untuk Rio semenjak mendapat kepastian jenazahnya dipulangkan ke tanah kelahiran untuk dimakamkan.

baca juga: Kasus COVID-19 Naik Drastis di Kabupaten Solok, Lima Hari 6 Kasus Baru

Prosesi pemakaman almarhum berjalan seperti pada umumnya, banyak warga yang menghantarkan jasad Rio untuk dimakamkan, meskipun sudah malam. Sebagian lagi juga tampak menunggu di rumah duka.

Sosok Rio sendiri memang tidak begitu dikenal warga, lantaran Rio lebih banyak menghabiskan usianya di perantauan.

baca juga: Kementerian PUPR: 28 Bangunan di Kawasan Saribu Rumah Gadang Ditergetkan Selesai Akhir Tahun Ini

"Almarhum memang lahir di sini, namun semenjak kecil ia sudah merantau. Ia pernah hidup di Padang dan juga merantau ke Jakarta," sebut Wali Nagari Batu Banyak, Daltoni Mandra.

Tidak ada penolakan dari warga terkait pemakaman Rio di kampung halamannya. Warga cukup terkejut dan tidak menyangka kalau Rio diduga terlibat jaringan terlarang seperti yang diberitakan di sejumlah media.

baca juga: Mundur, Agus Syahdeman Batal Berpasangan dengan Desra di Pilkada Kabupaten Solok

Pihak keluarga juga tidak menyangka, kalau Rio diduga terlibat jaringan terlarang. Meski sempat mendengar berita kejadian penembakan petugas PJR di tol Cipali, Keluarga tidak menyadari kalau pelakunya adalah Rio.

"Ada mendengar berita penembakan petugas PJR di tol Cipali waktu itu, kami tidak menyangka kalau Rio ikut terlibat," sebut sepupunya, Niko.

Penembakan terhadap dua polisi di Tol Kanci-Pejagan, Cipali, Jawa Barat terjadi pada Jumat 24 Agustus 2018, yang membuat seorang polisi yang sedang berpatroli, meninggal dunia.

Terkait kasus ini, Densus 88 menangkap empat terduga teroris pada Senin 3 September 2018 di Desa Kalisalak, Tegal, Jawa Tengah. Dari empat yang ditangkap, dua diantaranya, yakni Rio beserta rekannya Rajendra, tewas ditembak, karena melawan petugas saat akan ditangkap.

[Syafriadi]

Penulis: Iwan R